Provinsi Kaltim

DPK Kaltim Gelar Rakor Pengembangan Centre of Excellence, Lima Provinsi Komitmen Penyelamatan Naskah Kuno

75
×

DPK Kaltim Gelar Rakor Pengembangan Centre of Excellence, Lima Provinsi Komitmen Penyelamatan Naskah Kuno

Share this article
Kepala DPK Kaltim Muhammad Syafranuddin berfoto bersama di sela-sela Rapat Koordinasi Pengembangan Centre of Excellence di Aula DPK Kabupaten Kukar

TENGGARONG,suarabalikpapan.com-Kalimantan sebagai pusat kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim laksanakan Koordinasi Pengembangan Pusat Keunggulan (Centre Of Excellent) Budaya Kalimantan dan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno, di Aula DPK Kabupaten Kukar, pada Kamis (20/7/2023).

Dibuka langsung oleh Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin, agenda yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Junggono tersebut dihadiri  oleh 60 peserta dari perwakilan DPK kota dan kabupaten se-Kaltim. Pertemuan menghasilkan penandatanganan kerjasama antara lima provinsi di Pulau Borneo dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan warisan budaya melalui naskah kuno di Kalimantan. Sejak 2012 Kaltim terpilih menjadi  tuan rumah Centre of Excellence oleh Perpusnas RI.  Mewakili Gubernur Kaltim, Dr. H. Isran Noor, M.Si, Kepala DPK Kaltim Muhammad Syafranuddin menyambut baik pelaksanaan pertemuan koordinasi kembali dihelat guna menyatukan satu visi mengenai penyelamatan sejarah melalui naskah kuno.
“Pertemuan ini sebagai upaya mempertahankan fondasi bangsa. Tanpa adanya komitmen dalam merawat dan melakukan pencarian kembali terhadap naskah-naskah kuno yang masih tersebar, suatu saat bangsa ini hanya tinggal kenangan,” papar pria yang akrab disapa Ivan tersebut kala menyapa peserta.
Lebih lanjut ia menuturkan naskah kuno saat ini menjadi sumber literatur dan informasi primer bangsa. Manuskrip disebutnya memuat nilai historis untuk masyarakat. 
“Di Belanda pun ada naskah kuno dari Kalimantan yang tersimpan di sana. Insyaallah, beberapa bulan ke depan akan bertandang ke sana untuk menyelamatkan langsung naskah yang tertinggal di sana,” beber Ivan.   
Pertemuan yang sempat vakum tidak terlaksana akibat pandemi, kembali digelar sebagai penarikan komitmen dan evaluasi terhadap pemeliharaan naskah kuno di penjuru Bumi Borneo kepada masing-masing provinsi yakni, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.  Turut menanggapi, Kepala Bidang Deposit, Pengolahan Bahan Pustaka, dan Preservasi DPK Kalteng, Drs. Rody, M.Si berharap koordinasi diiringi dengan tindak lanjut antar provinsi untuk pengembangan kebudayaan Kalimantan.
“Peradaban Kalimantan ini sudah sangat lama dan budaya yang tertinggal sangatlah banyak. Kita dukung sinergitas antar provinsi di Kalimantan ini untuk menyelamatkan naskah-naskah kuno di Borneo,” sebut Rody.
Tak hanya sinergikan arah pergerakan, agenda dilanjutkan dengan diskusi kebijakan pembinaan dan pengembangan Centre of Excellence bersama Pustakawan Utama Perpusnas RI, Dra. Sri Sumekar M.Si serta sosialisasi dan praktek aplikasi Pustaka Borneo bersama Muhammad Zakaria, S.Kom.(sb-02/adv/dpk-kaltim)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *