DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Dorong Peningkatan Kualitas Air Bersih PTM, Soroti Distribusi dan Pengolahan

76
×

DPRD Balikpapan Dorong Peningkatan Kualitas Air Bersih PTM, Soroti Distribusi dan Pengolahan

Share this article
Komisi II DPRD Balikpapan saat mengunjungi IPA PTM Balikpapan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendorong peningkatan kualitas dan ketersediaan air bersih sebagai prioritas utama pemerintah daerah demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih yang layak harus menjadi fokus utama sebelum peningkatan layanan sanitasi dilakukan.
“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi, sehingga ke depan kondisi masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen Balikpapan, Senin (13/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan lapangan (kulap) Komisi II ke Perusahaan Daerah Tirta Manuntung Sukses (PTM), yang dilanjutkan dengan peninjauan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Sari dan IPA Damai.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat (RDP) bersama PTM, yang membahas berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas air bersih.
Menurut Fauzi, pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan proses pengolahan air, termasuk penggunaan bahan kimia seperti kapur, telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Fauzi yang juga merupakan politisi Partai Golkar menyoroti komposisi bahan kimia dalam proses pengolahan air. Ia menyebutkan adanya perubahan penggunaan kapur dari sebelumnya 40 ember menjadi 20 ember.
Namun setelah dikonfirmasi, jumlah tersebut dinilai masih sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.
“Dari hasil pengecekan, pencampuran kapur dan bahan kimia lainnya sudah sesuai standar. Itu mengacu pada ketentuan Kemenkes,” jelasnya.
Selain itu, hasil produksi air dari beberapa instalasi pengolahan juga dinilai cukup baik, dengan kondisi air yang terlihat bersih, jernih, dan tidak berbau.
Meski kualitas produksi air dinilai memadai, DPRD menyoroti persoalan distribusi yang belum merata serta potensi kebocoran pada jaringan pipa.
Fauzi menilai, distribusi air yang tidak optimal dapat memengaruhi kualitas air yang diterima masyarakat, terutama jika terjadi pencampuran dengan lumpur akibat kebocoran atau perbaikan jaringan.
“Distribusi harus lebih merata dan kebocoran harus diminimalkan. Karena jika ada sambungan bocor atau sisa perbaikan bercampur lumpur, itu akan memengaruhi kualitas air yang sampai ke masyarakat,” tegasnya.
DPRD berharap PTM dapat terus meningkatkan kualitas layanan, tidak hanya pada tahap produksi tetapi juga dalam sistem distribusi, agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak secara merata.
Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Kota Balikpapan.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *