BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – DPRD Kota Balikpapan kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan prestasi olahraga, kali ini melalui rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional. Proyek ini dianggap penting untuk menunjang pembinaan atlet sekaligus menjaga tradisi medali cabang olahraga (cabor) renang.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menyebut renang sebagai salah satu cabor unggulan yang konsisten menyumbang prestasi bagi kota. Namun, ia menyoroti keterbatasan fasilitas latihan yang ada saat ini.
“Sebagian cabang olahraga kita masih kekurangan fasilitas. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota. Khusus renang, karena termasuk cabor unggulan dan penyumbang medali yang luar biasa bagi Balikpapan,” ujar Gasali, Jumat (20/2/2026).
Menurut Gasali, kualitas pembinaan atlet sangat bergantung pada sarana dan prasarana memadai. Tanpa venue latihan sesuai standar, performa atlet sulit ditingkatkan, terutama untuk bersaing di level provinsi maupun nasional.
Untuk itu, DPRD mendorong pemerintah kota agar serius merealisasikan pembangunan kolam renang berstandar internasional sebagai pusat latihan atlet.
“Kita berharap ke depan ada tempat khusus sebagai wadah latihan atlet renang. Tentu realisasinya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.
Gasali menambahkan, Detail Engineering Design (DED) proyek sudah disusun oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Balikpapan. Artinya, secara teknis proyek sudah siap, hanya menunggu kepastian pembiayaan.
“Informasi dari Dispora, DED-nya sudah tersedia. Tinggal menunggu kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Kondisi fiskal daerah saat ini dinilai belum memungkinkan pembangunan kolam renang pada anggaran 2026. DPRD pun mengusulkan agar proyek ini masuk prioritas belanja daerah pada tahun anggaran berikutnya, yaitu 2027, ketika keuangan kota lebih stabil.
“Untuk 2026 sepertinya belum memungkinkan. Mudah-mudahan di 2027, ketika kondisi keuangan daerah membaik, pembangunan kolam renang berstandar internasional ini bisa kembali diusulkan dan direalisasikan,” pungkas Gasali.
Jika terealisasi, fasilitas ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet, tetapi juga berpotensi menjadi venue kejuaraan regional hingga nasional, sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai barometer olahraga di Kalimantan Timur.(sb-02)
DPRD Balikpapan Dukung Pembangunan Kolam Renang Internasional, Target Realisasi 2027












