DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Minta Harga Sembako dan Elpiji 3 Kg Stabil Selama Ramadan–Lebaran 2026

47
×

DPRD Balikpapan Minta Harga Sembako dan Elpiji 3 Kg Stabil Selama Ramadan–Lebaran 2026

Share this article
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Japar Sidik

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan meminta pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Perdagangan, memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
Permintaan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat yang lazim terjadi selama Ramadan dan Lebaran.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menegaskan bahwa momentum Ramadan selalu diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga.
“Kami berharap OPD terkait, khususnya Dinas Perdagangan, dapat menjaga kestabilan harga sejumlah kebutuhan pokok agar tetap tersedia selama Ramadan hingga Lebaran,” ujar Japar, Jumat (20/2/2026).
Menurut dia, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama. DPRD meminta pemerintah kota aktif memantau distribusi dan stok, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga.
Langkah antisipatif dinilai penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok.
Selain sembako, Komisi II DPRD juga menyoroti stabilitas harga dan ketersediaan elpiji subsidi 3 kilogram. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan sebelumnya telah menggelar operasi pasar elpiji 3 kg pada 10–18 Februari 2026 di seluruh kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Ramadan.Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama para agen elpiji, DPRD meminta pengawasan distribusi diperketat, terutama di pangkalan resmi.
Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) elpiji subsidi 3 kg di Balikpapan ditetapkan sebesar Rp19.000 per tabung. Namun, di tingkat pengecer harga bisa melonjak hingga Rp35.000 per tabung, terutama ketika pasokan terbatas.
“Kami sudah menyampaikan kepada para agen agar bersama-sama mengawasi pangkalan elpiji, khususnya untuk gas subsidi 3 kilogram, supaya harganya tetap terjaga,” tegasnya.
Japar mengakui, ketersediaan elpiji subsidi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga. Ketika pasokan sulit diperoleh, harga cenderung melambung di atas HET.
Karena itu, DPRD mengimbau masyarakat turut mengawasi distribusi elpiji 3 kg di pangkalan resmi dan segera melaporkan jika menemukan pelanggaran harga yang melebihi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pertamina.
Ia menegaskan, jangan sampai terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga signifikan di tingkat pengecer.
Dengan pengawasan ketat dan sinergi antara pemerintah, agen, serta masyarakat, DPRD berharap stabilitas harga dan pasokan sembako maupun elpiji 3 kg tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *