by

DPRD Paser Gelar RDP Bahas Pembangunan Lapak Pasar Pedagang Penyembolum Senaken

TANA PASER,suarabalikpapan.com-DPRD Paser mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas pembangunan lapak pedagang Pasar Penyembolum Senaken, di ruang rapat sekretariat DPRD Paser, Selasa (2/11/2021). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Fadli Imawan didampingi Kepala Disperindagkop & UKM Hairul Saleh, Ketua Komisi III Edwin Santoso, Wakil Ketua Komisi III Basri Mansyur, Sekertaris Komisi III Dian Yuniarti dan anggota Lamaludin, Yairus Pawe, Budi Santoso, Ahmad Rafi, Eva Sanjaya dan Fathur Rahman.

Wakil Ketua DPRD Paser Fadli Imawan mengatakan, DPRD Paser telah menerima keluhan dan keinginan dari para pedangan di Pasar Penyembolum Senaken Blok A dan B. Untuk pedangang  Blok A mereka ingin memodifikasi lapak yang dibangun pasca kebakaran lalu. Sebab lapak yang dibangun ulang oleh pemerintah daerah, ternyata untuk pedangang sayuran. Sementara pedagang sayur di blok tersebut jumlahnya sedikit dan lebih banyak pedangang sembako.

Lanjut Fadli adanya keinginan tersebut membuat DPRD Paser merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk dapat  mengakomodir keinginan tersebut. Sementara itu, Kepala Disperindagkop & UKM Hairul Saleh mengatakan, pihaknya meminta kepada DPRD Paser untuk membuatkan kesimpulan tertulis sebagai bahan untuk diteruskan kepada Bupati Paser terkait keinginan pedagang tersebut. “Nanti kami akan melakukan pendataan kembali  para pedagang di Blok A tersebut,”akunya.

Ia mengaku, jumlah pedagang di Blok A, kurang lebih 200 orang dan belum diketahui pasti jumlah pedagang sayur dan pedagang sembako sehingga perlu pendataan kembali. “Apabila disetujui maka kami akan lakukan modifikasi penambahan dinding dan pintu secara permanen,” terangnya.

Sedangkan untuk lapak di Blok B, kata Saleh sudah tidak ada lagi masalah hanya saja ada keinginan lapak non rolling door dimodifikasi agar dapat dibangun secara permanen dengan tinggi 3 meter disarankan bentuknya sama dengan rolling door. Sedangkan harga tetap sama dengan rolling door Rp 4,5 juta untuk biaya perpindahan satu lapak sebab  telah masuk dalam peraturan daerah tidak dapat dirubah harganya. “Namun ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk para pedagang, pembayaran tersebut dapat dicicil,” imbuhnya.

Direncanakan kedepan di Paser Penyembolum Senaken akan ada penambahan pembangunan lapak baru dari DPUTR sebanyak 200 lapak. “Akan ada penambahan lapak baru nantinya sebanyak 200 lapak namun kalau di lihat dari jumlah pedagang masih tetap kurang, maka dari itu kami meminta UPTD Paser harus benar-benar mendata, jangan sampai 1 pedagang memiliki 2 sampai 3 petak lapak,”pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini