SANGATTA,suarabalikpapan.com–Bantuan sosial biasanya tak perlu diketahui dari mana asalnya dibeli. Ketua Komisi B DPRD Kutai Timur Faizal Rachman tak mau sembarangan. Dia ingin bantuan sosial yang disalurkan juga berasal dari produk lokal.
Itu sebabnya Faizal memiliki program rutin bulanan berupa pembagian sembilan bahan pokok (sembako) murah yang telah dilakukan sejak awal dirinya menjabat wakil rakyat pada Agustus 2019 lalu.
Namun kali ini, terang Faizal, berhubung adanya wabah virus corona(covid-19) yang masih membuat resah masyarakat, maka program tersebut akan menyesuaikan keadaan.
Diterangkannya, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang juga terkena dampak wabah penyakit tersebut, maka sebagai wakil rakyat dirinya harus melakukan tindakan nyata. Melalui program pembagian sembako murah, langkah tersebut direalisasikan.
“Untuk sementara, pada bulan April dan berikutnya, pembagian sembako murah akan diganti dengan paket beras murah. Beras yang akan saya ambil untuk dibagikan pada program tersebut adalah berasal dari hasil petani Kutai Timur di SP II, Kecamatan Kaubun,” terang Faizal.
Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk memberdayakan hasil petani lokal Kutim. Supaya petani tersebut dapat menikmati hasil panen karena tetap memiliki pasar, meski saat ini daya beli masyarakat menurun akibat kebijakan karantina oleh pemerintah sebab wabah covid-19.
“Rencananya, akan saya bagikan bantuan beras murah kepada masyarakat sebanyak 360 paket, yang setiap paketnya terdapat beras sekira 5 kilogram. Ini karena menyesuaikan keadaan, dan saya prioritaskan pemberian beras kepada masyarakat yang memerlukan,” ujar Faizal.(Adv/sb-05)












