by

Gedung Baru Pasar Senaken Harus Digunakan Pedagang Sesuai Data Base Disperindagkop dan UKM

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Meskipun Bupati Fahmi Fadli sudah menyerahkan secara simbolis Hak Guna Pakai (HGP) gedung baru Pasar Penyembolum Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Namun sampai saat ini gedung yang terbakar Januari 2018 lalu tersebut belum bisa difungsikan sebab masih ada beberapa kendala seperti nama pedagang yang terdaftar di database Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Paser, berbeda dengan kondisi di lapangan sehingga datanya tidak sinkron.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso, meminta kepada instansi terkait agar dapat segera merelokasi para pedagang dan tidak bisa lagi ditunda-tunda. “Pembangunan juga sudah selesai dan telah diresmikan Bupati, banyak para pedagang berharap penggunaan lapak ini segera dimanfaatkan, walaupun¬† masih ada ketidaksinkronan database dari dinas terkait,” kata¬† Edwin Santoso, kepada media ini, Kamis (16/9/2021).

Lanjut Edwin, setidaknya pedagang yang sesuai database telah bisa menempati gedung baru itu, baik blok A yang diperuntukkan bagi pedagang sayur, dan blok B untuk penjual sembako atau kelontongan. “Itu bisa direlokasi sambil pendataan yang belum sinkron tetap berjalan,” pintanya.

Jika belum dilakukan relokasi kata Edwin setidaknya instansi terkait punya target, kapan benar-benar pasar itu dapat dimanfaatkan oleh pedagang. “Harus ada target yang ditetapkan, agar para pedagang ini bisa siap-siap menempati tempat yang baru, jangan tanpa kejelasan tetapkan waktunya agar pedagang tidak merasa di PHP,” sindirnya.

Dengan adanya tengat waktu untuk segera dimanfaatkan, Ia memastikan bakal memacu kinerja dari tim verifikasi Disperindagkop dan UKM, karena memiliki target. “Intinya jangan ditunda-tunda, tanpa adanya kepastian alasan yang selalu digunakan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui menurut Disperindagkop dan UKM Kabupaten Paser, banyak pedagang yang memanfaatkan petak tidak sesuai dengan nama pada database atau telah pindah tangan. Seperti digunakan kerabatnya maupun telah diperjualbelikan sehingga melanggar perjanjian kontrak HGP. Hal inilah yang membuat verifikasi belum selesai. Untuk gedung blok A diketahui sebanyak 218 petak, namun di database hanya 165 petak. Sedangkan untuk blok B dari 192 lapak, baru 183 pedagang yang terverifikasi.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini