by

Kelola Penangkaran Rusa Tahura, Pemdes Petangis Gandeng DLH dan Dinas Perkebunan dan Peternakan

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis,  Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau, akan dijadikan pusat penangkaran rusa, di Kabupaten Paser . Diharapkan penangkaran rusa ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan di desa tersebut.

Sekretaris Desa Petangis, Zulfian Pratama mengatakan, tahun ini, pihaknya akan mengelola penangkaran rusa di area Tahura Lati Petangis melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Untuk tahap awal akan dilakukan perbaikan jalan desa menuju area wisata.

“Kami sudah anggarkan perbaikan jalan desa menuju penangkaran rusa melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dari pemerintah pusat sebesar Rp128 Juta, guna mendukung pengembangan wisata,”akunya.

Saat ini, pihaknya sedang mempercepat proses pembentukan Pokdarwis agar masyarakat setempat dapat dilibatkan dalam pengelolaan wisata. Sejauh ini ia juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser.

Menurutnya keberadaan objek wisata penangkaran rusa kedepan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat setempat. “Nanti kalau diperbaiki jalan, rumah-rumah warga kanan-kirinya jadi ramai, di situ masyarakat mungkin bisa membuka warung, dan kegiatan ekonomi lainnya,” ucapnya.

Kerjasama dengan DLH, kata Zulfian,  bukan hanya pengembangan wisata penangkaran rusa, tetapi juga untuk membuat wisata air, keramba ikan, spot foto dalam air, kapal bebek, flying fox, resto di atas air, area kemah, dan spot foto alam.

Untuk pengelolaan obyek wisata penangkaran rusa ini, rencananya Pemerintah Desa Petangis akan melakukan studi banding ke Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok merupakan desa wisata terbaik di Indonesia untuk kategori pemberdayaan masyarakat. Bahkan BUMDes desa tersebut mampu memperoleh pendapatan Rp 6,5 miliar per tahun dengan keuntungan bersih mencapai Rp 3 miliar.

“Saat ini Pemerintah Desa Petangis masih menunggu Surat Keputusan (SK) pengelolaan area Tahura dari DLH Kabupaten Paser,” akunya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Tahura Lati Petangis, Teguh Hariyanto mengatakan, untuk pengelolaan obyek wisata penangkaran rusa Tahura Lati Petangis akan melibatkan DLH dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser serta Pemerintah Desa Petangis.

“Untuk perizinan dan perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan dan pengelolaan penangkaran rusa Tahura Lati Petangis sedang diproses oleh instansi terkait,” pungkasnya.(adv/sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini