by

Pelayanan RS Pratama Batu Engau Belum Maksimal, Hasil Sidak Wabup Masitah

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser yang berbatasan dengan Sengayam Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan, belum banyak pasien yang dilayani. Ruang perawatan rumah sakit yang mulai beroperasi sejak 2017 tersebut kerap terlihat kosong karena tidak adanya pasien. Bahkan ruang poliklinik tak digunakan karena minim fasilitas dan tenaga medis.

Hal ini terungkap saat Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Paser Hj Sarifah Masitah Assegaf melakukan sida, pada Kamis (7/5/2021) ke rumah sakit yang selesai dibangun 2016 lalu senilai Rp 39 miliar.

Wabup mengaku prihatin terhadap rumah sakit yang tidak dimanfaatkan secara maksimal tersebut sebab banyak peralatan medis yang tidak digunakan akibat keterbatasan tenaga medis. Padahal, dalam kondisi pandemi saat ini rumah sakit sangat dibutuhkan untuk isolasi mandiri pasien covid-19.

Selain itu, beberapa bagian fisik rumah sakit banyak yang tidak terawatt. Seperti dan atap rumah sakit yang bocor. “Bangunan semewah ini ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu, pelayanan rumah sakit ini harus segera dimaksimalkan sebagai rumah sakit rujukan dari puskesmas,” pinta Wabup didampingi Kepala Dinas Kesehatan Amir Faisol, Kepala TU RSU Pratama Asmari dan sejumlah dokter.

Sementara itu, Kepala TU RSU Pratama Asmari mengakui, pelayanan rumah sakit belum optimal. Dia menyebut rata-rata keterisian tempat tidur layanan rawat inap sangat minim  dari jumlah tempat tidur yang digelar. Sedangkan kapasitas rumah sakit mampu menampung hingga puluhan pasien.

“Dari tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit masih rendah. Selama ini layanan kamar operasi dan peralatan yang ada belum bisa berfungsi dan begitupun ruang poliklinik karena belum ada dokter spesialis dan tenaga ahli seperti peralatan radiologi yakni alat rontgen tak pernah digunakan,” ucapnya.

Terkait jumlah tenaga medis, ia menyebutkan baru 3 dokter umum dan 1 dokter gigi. Sedangkan tenaga perawat sebanyak 15 orang. “Seharusnya sudah ada dokter spesialis dan perlu penambahan dokter umum dan begitupun petugas medis dan lainnya. Dengan keterbatasan ini, kami belum bisa maksimal, karenanya jika menangani pasien kasus sulit dan perlu keahlian, maka terpaksa segera di rujuk ke RSUD Panglima Sebaya,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk tenaga kebersihan sendiri hanya ada dua orang. Pembersihan dilakukan tiga hari sekali untuk lorong ia berharap, seiring berjalannya waktu, fasilitas pendukung dan sumber daya manusia dapat dipenuhi. “Kami berharap setelah adanya kunjungan Wakil Bupati Paser  secepatnya bisa ditindak lanjuti,” pungkasnya.(adv/sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini