BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Penyusunan Perencanaan Kebutuhan ASN pada Masing Masing Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, di Hotel Novotel Balikpapan pada Rabu (7/2/2023). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim, Deni Sutrisno mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk perencanaan kebutuhan ASN 5 tahun kedepan yang diperinci setiap tahun. “Sekarang kita mengundang seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim untuk saling mengkonfirmasi kebutuhan ASN di lingkungan perangkatnya masing-masing,” kata Deni dalam penjelasaknya. Ia menegaskan, hal ini, untuk menunjang tugas dan fungsi perangkat daerah di masing-masing instansi. “Jadi kedepannya tidak ada lagi bahasa di sini kurang atau tidak sesuai apa yang dibutuhkan kira-kira seperti itu,” terangnya. Untuk kebutuhan sendiri, lanjut Deni, saat ini masih dirumuskan di masing masing perangkat daerah, kira-kira porsi apa saja yang dibutuhkan sehingga nantinya hasil rumusan sesuai dengan yang dibutuhkan. “Tentunya dari pusat juga menyesuaikan apa yang dibutuhkan di daerah, karena tidak selalu yang kita butuhkan itu sama dengan yang diberikan pemerintah pusat,” akunya. Namanya ASN, terang Deni, ada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kalau PNS pertumbuhannya masih belum ada peningkatan (zero). Sedangkan P3K terbatas di tenaga kesehatan, guru, ataupun tenaga teknis seperti pertanian. “Jadi ketika semua tahapannya sudah selesai kita akan sampaikan ke kementerian sebagai bahan perumusan kebijakan, jadi nanti ada aplikasi informasi yang kita upload di e-informasi, berapa yang menjadi kebutuhan Pemprov Kaltim dalam 5 tahun kedepan,” tandasnya. Peserta sendiri yang hadir saat ini dari seluruh perangkat daerah di Pemprov Kaltim, baik di instansi induk maupun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) sekitar 36 perangkat daerah dan 9 biro. “Harapan kedepan dalam kegiatan ini perencana kebutuhan ASN di Pemprov Kaltim sendiri dapat berjalan dengan baik,” harapnya. Sementara itu, Reza Febrianto Analis Kepegawaian Muda pada BKD Kaltim, mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk merencanakan kebutuhan ASN di lingkungan Pemprov Kaltim. Sedangkan ASN itu sendiri terdiri dari PPPK, maupun CPNS maupun PNS nantinya. Ini butuhnya apa saja di masing-masing perangkat daerah untuk menunjang tugas dan fungsi pelaksanaan perangkat daerah. “Kami diimbau oleh BKN (Badan Kepegawaian Nasional) silakan menyusun perencanaan kebutuhan ASN masing-masing. Salah satu cara percepatan kami mengadakan acara ini agar penyusunan kebutuhan itu lebih efektif, lebih akuntabel dan satu persepsi untuk kesamaan oleh seluruh perangkat daerah,” ujarnya. Manfaat penyusunan kebutuhan salah satunya nanti bisa Mengkader non ASN atau yang honorer. Ketika formasi yang diusulkan disetujui oleh BKN dan Menpan-RB. “Tenaga honorer bisa ikut untuk mendaftar dan mengikuti seleksi untuk PPPK maupun CPNS. Jadi solusi permasalahan tenaga honorer juga dapat dipecahkan. Yang pertama untuk tenaga honorer dan masyarakat umum juga bisa ikut mendaftar,” katanya. Sedangkan peserta dari lingkungan Pemprov Kaltim, kata Reza, baik diinduk maupun di UPT sekitar 36 perangkat daerah dan 9 biro. Harapan kedepannya perencanaan untuk Pemprov Kaltim dapat berjalan dengan baik akuntabel, kredibel dapat dipertanggungjawabkan khususnya. Untuk pemenuhan kebutuhan ASN pada masing-masing perangkat daerah dan BKD selaku leading sektornya. “Dalam hal perencanaan dan kebutuhan atau pengadaan ASN di perangkat daerah kita dapat memfasilitasi secara optimal tentunya dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah. Ini salah satu upaya untuk transparansi kesemuanya, sosialisasi sekaligus bersinergi dengan perangkat daerah dalam rangka penyusunan kebutuhan ASN,”pungkasnya.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)
Pemprov Kaltim Susun Perencanaan Kebutuhan ASN di Setiap Perangkat Daerah












