by

Pendaftaran CPNS dan PPPK Paser Ditutup, Rencananya Tes Komputer di Gedung Awa Mangkuruku

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pemerintah Kabupaten Paser telah menutup pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Senin (26/7/2021). Sementara untuk verifikasi berkas pendaftaran para peserta hingga Minggu (1/8/2021).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Paser, Suwito mengatakan, untuk PPPK guru yang mengambil formulir sebanyak 4.909 yang memasukan berkas melalui akun para pendaftar dan sudah terverifikasi sebanyak 4.259.

“Untuk pendaftar CPNS yang non guru yang sudah terverifikasi dan memenuhi syarat sebanyak 3.857 peserta, sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 401 peserta, namun dari jumlah pendaftar ini masih ada beberapa berkas pelamar yang diverifikasi sampai 1 Agustus,” kata Suwito, kepada media ini, di ruangannya pada Kamis (29/7/2021).

Suwito menjelaskan, setelah berkas para pelamar di verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat maka nomor peserta akan dikirim melakui akun untuk mengikuti tes selanjutnya. “Para peserta dapat langsung mencetak nomor mereka masing-masing,” ucapnya.

Rencananya minggu keempat Agustus 2021 para peserta akan mengikuti tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) menyesuaikan dengan perkembangan Covid-19 di Kabuapten Paser. Sesuai dengan peraturan Kemenpan RB bahwa pelaksanaan test tersebut harus menggunakan prokes yang ketat menggunakan gedung berkapasitas besar seperti Gedung Awa Mangkuruku yang dapat memuat 800 sampai 1.000 orang.

“Maksimal hanya 200 orang saja setiap sesinya yang akan tes CAT, dalam sehari kami berharap dapat melakukan 3 kali sesi sehingga dalam 1 hari mencapai 600 orang yang mengikuti tes,” kata Suwito.

Sebelum mengikuti tes para peserta wajib menunjukan hasil test swab antigen negatif kepada panitia penyelenggara. Kemudian diperiksa barang bawaan pada salah satu ruangan dan selanjutnya mendapatkan pengarahan dari panitia pada ruangan steril.

Jadi terdapat 3 ruangan yang disediakan dalam test tersebut, ruangan utama  berkapasitas 200 komputer dengan cadangan 20 unit, kemudian ada pula 20 komputer yang disediakan diluar ruangan utama hal ini di gunakan untuk antisipasi apabila peserta memiliki suhu badan lebih dari 37 derajat.

“Meskipun para peserta telah menunjukan surat test swab antigen negatif tetapi saat saat test suhu badan di atas 37 derajat maka peserta tersebut hanya boleh di ruangan luar yang telah dipersiapkan dan tetap dalam pantauan tim medis dan para panitia,” ujar Suwito.

Ia menegaskan, pengawasan ditangani langsung oleh KemenPAN-RB melalui BKN. Sedangkan pihak pelaksana dari Kabupaten Paser hanya boleh berada di luar gedung tidak boleh ikut masuk kedalam melakukan pengawasan. “Ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam gedung maka yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah panitia dari BKN. Jadi pihak Kabupaten hanya pelaksana saja dan kami pastikan di setiap komputer soal tidak ada yang sama dengan yang lain karena terdapat jutaan soal di dalam aplikasi tersebut,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini