by

Pokdarkamtibmas Selamatkan Pekerja Sawit Diduga Dieksploitasi PT MJA, Aciang : Mungkin Itu Kontraktor!

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Perusahaan sawit PT Multi Jayantara Abadi (PT MJA) yang beroperasi di Desa Segendang, Kecamatan Batu Enggau dan Desa Senipah, Desa Random, Desa Keladen, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser,  Provinsi Kalimantan Timur diduga memperkerjakan karyawan dengan upah yang tidak layak serta memperlakukan karyawan layaknya budak.

Mantan karyawan  PT MJA, Sultan mengatakan, para karyawan diperlakukan oleh perusahaan layaknya budak sebab banyak hak-haknya tidak diberikan.

Sultan menceritakan, awalnya ia tertarik bekerja di PT MJA setelah dirinya mendapat informasi akan mendapat jaminan kehidupan dan upah yang layak. Begitu juga tempat tinggal, sembako, jaminan kesehatan dan lain-lain.

“Ketika tidak ada aktifitas bongkar barang dan kami ingin kerja di luar tidak diperkenankan dan itu berlangsung selama lima tahun lamanya. Jaminan kesehatan kami pun tidak ada, sampai sampai saat kami ingin izin pulang ke kampung halaman karena ada kerabat kami yang sakit maupun meninggal kami tidak diperbolehkan dengan alasan harus membayar  hutang kami dulu yaitu sembako yang kami konsumsi  selama tinggal di sana. Pokoknya kami diperlakukan sangat tidak manusiawi,” aku Sultan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas)  Resor Paser yang telah membantu saya keluar dari perusahaan itu sehingga saya bisa pulang ke kampung halaman.  Saya juga berharap teman-teman saya yang masih berada di dalam perusahaan supaya bebas dari intimidasi oknum PT MJA,” pintanya.

Ketua Pokdarkamtibmas Resor Paser, Romansyah Akbar berfoto bersama rekan-rekannya

“Awalnya kami mendapat  pengaduan dari masyarakat ada kerabatnya yang bekerja di Kaltim tepatnya di Kabupaten Paser sudah lima tahun tidak ada kabar berada dimana. Lalu kami berkomunikasi dengan anggota yang tersebar di 10 kecamatan untuk mencari keberadaan orang yang dicari yaitu saudara Sultan. Usaha kami membuahkan hasil ternyata yang bersangkutan bekerja menjadi buruh lepas di PT MJA,”  kata Ketua Pokdarkamtibmas Resor Paser, Romansyah Akbar, kepada media ini, Minggu (30/1/2021)

“Saat anggota kami menemui yang bersangkutan di PT MJA Tanjung Harapan kami dicegah oleh oknum mandor, dengan alasan yang bersangkutan masih mempunyai sangkutan dengan oknum mandor yang mengerjakannya. Dengan mediasi yang sangat panjang akhirnya yang bersangkutan bisa dilepas. Saat ini yang bersangkutan bisa pulang ke kampung halamannya di Sulawesi,” ujar Romansyah.

Sementara itu, Bagian Humas PT MJA, Aciang, ketika dikonfirmasi media ini terkait masalah tersebut mengaku, dirinya belum mengetahui pasti adanya karyawan yang tidak dibayar sesuai upah serta diperlakukan seperti budak.

“Posisi  dimana soalnya posisi saya di Grogot. PT MJA harus jelas dulu. Kalau buruh angkut mungkin kontraktor kali. Makanya saya nggak berani komentar karena saya tidak tau orangnya. Artinya kita harus tau dulu orangnya benar nggak karena kemungkinan kontraktor. Harus klir dulu pak kerjanya dimana posisinya dimana karena karyawan kitakan banyak sampai ribuan bukan cuman satu,” ujar Aciang lewat ponselnya. (sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini