KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Tradisi Sedekah Bumi Desa Ponoragan, Wujud Syukur atas Hasil Alam yang Melimpah

76
×

Tradisi Sedekah Bumi Desa Ponoragan, Wujud Syukur atas Hasil Alam yang Melimpah

Share this article
Pemerintah Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan kekayaan alam.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com — Pemerintah Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar acara Sedekah Bumi pada Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil alam dari Tuhan Yang Maha Esa.
Acara yang kerap disebut sebagai Bersih Desa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Ponoragan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono, Camat Loa Kulu Ardiansyah, serta ratusan warga dari berbagai kalangan.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan simbol penghormatan dan rasa syukur atas panen, kesehatan, serta kekayaan sumber daya alam yang dimiliki desa.
“Sedekah Bumi adalah tradisi tahunan yang kami jaga turun-temurun. Bagi kami, ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud syukur atas segala berkah dari alam,” ungkap Sarmin.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian tradisi ini agar tetap hidup dan diwariskan ke masa depan.
“Jika generasi muda peduli, Insyaallah tradisi ini akan terus lestari. Budaya tidak akan bertahan jika tidak diwariskan,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, memberikan apresiasi atas semangat warga dalam melestarikan budaya leluhur. Ia menyebut bahwa Sedekah Bumi bukan hanya soal budaya, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat agraris.
“Tradisi Sedekah Bumi mengajarkan bahwa tanah bukan hanya tempat bertanam, tetapi juga tempat kita bersujud dan bersyukur,” ujarnya.
Menurut Sunggono, pelestarian budaya seperti ini sejalan dengan visi pembangunan Kutai Kartanegara yang mengedepankan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kekuatan nilai-nilai budaya serta moral.
Acara Sedekah Bumi diisi dengan doa bersama, prosesi adat, serta makan bersama antarwarga yang menambah nuansa kebersamaan dan mempererat hubungan sosial masyarakat desa.
Tradisi ini menjadi momentum penting dalam membangun solidaritas sosial, menjaga identitas budaya lokal, serta mempererat hubungan antar generasi di tengah arus modernisasi yang kian cepat.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *