by

Warga Desak Karaoke Keluarga di Desa Senaken Ditutup, Pengusaha Mengaku Rugi Puluhan Juta

TANA PASER, suarabalikpapan.com-Puluhan warga Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, mendatangi  sebuah karaoke keluarga, pada Rabu (3/3/2021) malam. Warga geram karena sering terjadi keributan di malam hari.

Ketua Karang Taruna Desa Senaken yang juga anggota DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso, akhirnya turun tangan melakukan mediasi antara warga dan pemilik karaoke.

“Warga sudah banyak kali mengeluh tentang karaoke keluarga ini karena sering terjadi keributan. Warga geram karena sudah bolak balik diperingati. Tapi seolah-olah tidak digubris oleh pemilik karaoke,” kata Edwin Santoso, Rabu (3/3/2021)

Ia mengaku, memediasi permasalahan tersebut untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tindakan anarkis dari warga.”Semoga saja apa yang menjadi keluhan warga  bisa didengar oleh pemilik karaoke guna menjaga agar Desa Senaken tetap kondusif,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kasi Penindakan Satpol PP Kabupaten Paser, Nur Alam,  ia mengaku kedatangan warga karena geram sering terjadi keributan di karaoke keluarga tersebut.  

“Pada intinya masyarakat tidak menginginkan ada karaoke tersebut di Desa Senaken. Karena masyarakat mengaku cukup terganggu dengan keributan yang sering terjadi di karaoke keluarga itu,” kata Nur Alam, Kamis (4/3/2021).

Nur Alam mengaku, akan membantu memediasi antara warga dengan pemilik karaoke keluarga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Desa Senaken.

Sementara itu, Abah selaku pengelola karaoke keluarga mengaku, sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan warga dan aparat desa untuk membahas beberapa item yang dikeluhkan warga.

“Setelah pertemuan itu kami mencoba membenahi terhadap beberapa item yang dikeluhkan warga, namun ternyata kami tidak juga diberi kesempatan  untuk menghabiskan waktu kontrak hingga bulan Juli 2021,” ujar Abah, kepada awak media, Kamis (4/3/2021).

Kedepan, Abah berharap, kepada pemerintah agar membuat payung hukum yang jelas untuk melindungi dan mengatur usaha tempat hiburan di Kabupaten Paser.

“Harapan kami selaku pengelola THM kepada pemerintah agar membuat aturan semacam peraturan bupati (Perbup) yang mengatur dan melindungi kami pengusaha hiburan,” harap Abah.

Mengenai izin dari warga terhadap operasional karaoke, ia mengaku, ada warga yang menandatangani surat menyurat-menyurat menyetujui operasional karaoke.

“Makanya kami berani  karena sudah ada warga yang menandatangani surat menyuratnya. Tetapi karena ada protes akhirnya kami mempercepat menyelesaikan kontrak kerjasama meskipun banyak kerugian yang harus kami tanggung sebab kontrak belum habis. Untuk kontrak setahun kami sudah bayar didepan sebesar Rp 90 juta,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini