by

Wiranata : Penanganan Banjir Harus Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Sampai saat ini persoalan banjir masih terus terjadi pada beberapa titik di Balikpapan saat hujan deras. Salah satu yang cukup parah di kawasan Jalan Beler, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Wiranata Oey, untuk mengatasi masalah banjir di Balikpapan harus dilakukan penanganan secara komprehensif dari hulu atau perbukitan hingga hilir atau muara sungai. Seperti pelebaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Sepinggan yang pernah terjadi banjir cukup parah hingga merendam Pasar Sepinggan dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan 24 Januari 2001 lalu.

“Jadi tidak hanya melakukan pembebasan lahan saja, tetapi adanya perbaikan atau pembenahan dari hulu hingga ke hilir sungai,”ujar Wiranata kepada awak media, di gedung parlemen Balikpapan, pada Selasa (7/9/2021).


DAS Ampal samping e-Walk Balikpapan Super Block (BSB), Kelurahan Damai perlu dilebarkan bagian muara sungainya untuk meminimalisasi terjadinya banjir di Jalan Beler dan sekitarnya

Untuk itu, kata Wiranata, pihaknya mengapresiasi pembebasan lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir (bendali) oleh Pemerintah Kota Balikpapan  melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) lewat pembiayaan Multi Years Contract (MYC) sebesar Rp150 miliar yang mulai dikerjakan 2022.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap kedepan penanganan banjir di Balikpapan dapat terintegrasi mulai dari hulu ke hilir seperti pembuatan hutan kota, membangun bendali dan pelebaran muara sungai.

“Bendali banyak memiliki manfaat jika dikembalikan fungsinya sebagai daerah tampungan air untuk mengendalikan banjir serta menjadi  daerah konservasi sumber daya air sekaligus dijadikan tempat rekreasi saat musim kemarau,”pungkas anggota DPRD Dapil Balikpapan Tengah ini. (sb-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini