DPRD Kaltim

Pemprov Diminta Maksimalkan Program Kerja, Hamas : Hindari Silpa yang Tinggi

71
×

Pemprov Diminta Maksimalkan Program Kerja, Hamas : Hindari Silpa yang Tinggi

Share this article
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud mengomentari beberapa persoalan berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022.

Oleh itu, Hasanuddin Mas’ud yang akrab disapa Hamas ini mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat memaksimalkan daya serap penggunaan APBD 2023.

Diketahui bersama evaluasi pada penggunaan APBD 2022 hingga saat ini memasuki babak baru, setelah DPRD Kaltim mengevaluasi dengan melakukan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), tahapan itu berlanjut dengan Rapat Paripurna Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Kaltim 2022.

Satu diantara yang ditanggapi Hamas, yaitu besarnya nilai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) pada APBD 2022 sebesar Rp1,6 Triliun yang diharapkan tak lagi terjadi karena menurutnya dengan nilai Silpa yang begitu tinggi dapat menggambarkan minimnya daya serap penggunaan APBD.

“Itulah yang akan kami awasi agar jangan lagi terjadi pada APBD 2023, nanti kami bahas juga lewat Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kaltim,” ucap Hamas, belum lama ini.

Solusi untuk menghindari angka Silpa yang tinggi yaitu dengan memaksimalkan seluruh program Pemprov Kaltim untuk kepentingan umum yang telah sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan pada tahun ini.

“Banyak program yang bisa kita maksimalkan sehingga dapat menghindari angka Silpa yang tinggi ya,” sebutnya.

Salah satu program yang disebutkan seperti program menekan angka stunting di Kaltim, tak hanya itu kesejahteraan masyarakat baik sosial maupun dari segi infrastruktur juga yang turut pihaknya tegaskan agar menjadi perhatian Pemprov Kaltim.(adv/sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *