Kota Balikpapan

Balikpapan Waspada DBD, Mayoritas Kasus di Balikpapan Utara

348
×

Balikpapan Waspada DBD, Mayoritas Kasus di Balikpapan Utara

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Pertambahan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terjadi di Kota Balikpapan sepanjang Januari hingga Maret 2024. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat ditemui awak media usai mengkuti rangkaian Safari Ramadan di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Kamis (14/3/2024) malam.

“Kasus DBD di Balikpapa memang ada pertambahan, namun tidak signifikan,” katanya.
Wanita yang karib disapa dr Dio inipun menjelaskan, penambahan jumlah kasus DBD di Balikpapan terdapat di Kecamatan Balikpapan Utara, yakni di Kelurahan Graha Indah dan Kelurahan Gunung Samarinda.
Ia menuturkan, pihaknya masih melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan Fogging apabila ditemukan kasus DBD, oleh karena itu ia meminta agar masyarakat melaporkan jika ditemukan kasus DBD. Masih dr Dio, sepanjang Januari hingga Maret, jumlah kasus DBD di Balikpapan mencapai 280 kasus dengan Zero angka kematian atau Nihil dibandingkan Kabupaten/Kota lain, Balikpapan belum ada kematian akibat kasus DBD.
“Ya, alhamdulillah dibandingkan daerah lain, di Balikpapan belum ada kematian akibat DBD,” ungkapnya. Meskipun tidak adanya angka kematian di Balikpapan. Ia tetap mengimbau masyarakat untuk terus waspada, mengingat kondisi cuaca yang ekstrim.
“Kalau musim panas, nyamuk memang lebih cepat bertelur. Jadi ada potensi untuk peningkatan kasus, jika cuaca panas di Balikpapan,” terangnya.
“Balikpapan Utara hampir 60 persen penyumbang kasus DBD di Balikpapan dibandingkan Kecamatan lain,” terangnya.
“Untuk vaksinasi DBD tahap Pertama sudah selesai 100 persen dari kurang lebih 9800 penerima vaksin. Dan habis hari raya Idulfitri akan dilanjutkan vaksinasi tahap keduanya,”katanya.
Disinggung mengenai Kecamatan Balikpapan Selatan yang tidak lagi menjadi daerah penyumbang kasus DBD terbanyak di Balikpapan. Ia membenarkan bahwa Kecamatan Balikpapan Selatan memang sebelumnya menjadi kawasan penyumbang kasus DBD terbanyak. Namun, dengan diterapkannya program kelambu air, jumlah kasus DBD di Balikpapan Selatan cenderung menurun.
“Ya, sekarang di Balikpapan Selatan kasus DBD menurun, karena disana sudah menggunakan program Kelambu Air, sehingga jumlah kasusnya turun,”pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *