Ekonomi

Transaksi Ramadan Naik hingga 40 Persen, Danamon Ajak Masyarakat Kelola Keuangan Lebih Bijak

37
×

Transaksi Ramadan Naik hingga 40 Persen, Danamon Ajak Masyarakat Kelola Keuangan Lebih Bijak

Share this article
Aktivitas ekonomi selama Ramadan meningkat hingga 40 persen. Bank Danamon mengajak masyarakat mengelola keuangan lebih bijak di tengah meningkatnya pengeluaran untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

JAKARTA,suarabalikpapan.com – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga mendorong lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, pakaian, hingga persiapan Lebaran, membuat perputaran transaksi meningkat signifikan selama periode ini.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, mengatakan bahwa Ramadan selalu menjadi periode dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Ia menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 menunjukkan aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30 hingga 40 persen selama Ramadan. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas serta produktivitas masyarakat pada periode tersebut.
“Ramadan selalu menjadi momentum dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya,” ujar Ivan dalam keterangannya.
Peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan juga tercermin dari naiknya pengeluaran masyarakat. Survei Snapcart tahun 2025 mencatat sekitar 75 persen masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama bulan puasa.
Kenaikan pengeluaran tersebut terutama dialokasikan untuk kebutuhan makanan, pakaian, serta berbagai persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.
Selain itu, kegiatan sosial seperti buka puasa bersama dan ngabuburit masih menjadi tradisi yang kuat di masyarakat. Sekitar 62 persen masyarakat Indonesia menyatakan berminat mengikuti kegiatan tersebut dengan alokasi anggaran berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta selama Ramadan.
Di sisi lain, tren transaksi digital juga terus mengalami peningkatan selama Ramadan. Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi menggunakan QRIS pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111 persen per pengguna secara tahunan.
Ivan menilai, lonjakan transaksi tersebut juga dipengaruhi oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.
Dana tersebut umumnya digunakan untuk menabung, menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, berbelanja kebutuhan Lebaran, hingga membiayai perjalanan mudik.
“Karena itu, perencanaan keuangan yang bijak menjadi sangat penting agar masyarakat tetap dapat menjaga keseimbangan finansial,” katanya.
Peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan juga berkaitan erat dengan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Data Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 154,62 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025. Angka tersebut setara dengan sekitar 54,9 persen dari total penduduk Indonesia.
Ivan menilai, besarnya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga periode penting dalam pengelolaan keuangan masyarakat.
Untuk mendukung berbagai kebutuhan nasabah selama Ramadan, Danamon menghadirkan rangkaian program #RamadanLebihBerkah yang menawarkan kemudahan transaksi serta berbagai promo menarik.
Program ini dihadirkan sebagai dukungan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan, mulai dari momen berbuka puasa hingga perjalanan mudik.
“Melalui #RamadanLebihBerkah, Danamon memaknai keberkahan Ramadan sebagai momen untuk berbagi dan saling mendukung. Program ini hadir sebagai mitra finansial untuk berbagai kebutuhan selama Ramadan,” ujar Ivan.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *