Kota Balikpapan

Balikpapan Jadi Tuan Rumah Perdana IEE Series 2026, Perkuat Kolaborasi Industri Energi dan Engineering

114
×

Balikpapan Jadi Tuan Rumah Perdana IEE Series 2026, Perkuat Kolaborasi Industri Energi dan Engineering

Share this article
Balikpapan menjadi tuan rumah perdana Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Ajang ini mempertemukan lebih dari 100 perusahaan dari 10 negara untuk mendorong kolaborasi, investasi, dan inovasi di sektor energi, pertambangan, migas, dan konstruksi.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Kota Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan pada 10–12 Juni 2026.
Pameran yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia tersebut menghadirkan tiga ajang industri utama, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi yang membawa lebih dari 200 merek dari sedikitnya 10 negara.
Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa transformasi industri menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan global.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital, pemanfaatan artificial intelligence (AI), serta tuntutan efisiensi dan keberlanjutan mendorong sektor energi dan engineering untuk terus beradaptasi.
“Perkembangan teknologi digital, pemanfaatan artificial intelligence, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan membuat transformasi sektor energi dan engineering menjadi sebuah keharusan. Karena itu, kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat,” ujar Bambang saat membuka acara.
Ia menambahkan, Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat energi nasional yang saat ini juga mengalami pertumbuhan pesat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami berharap IEE Series dapat menjadi katalis yang mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga mampu menghadirkan solusi bagi tantangan industri masa depan,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, yang mewakili Wali Kota Balikpapan, menyampaikan bahwa kota tersebut memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat energi nasional.
Menurut Neny, IEE Series tidak hanya menjadi ajang pameran industri, tetapi juga forum strategis yang mempertemukan teknologi, investasi, sumber daya manusia, dan berbagai gagasan untuk mendorong perkembangan industri energi Indonesia.
“Forum ini menjadi ruang yang mempertemukan teknologi, investasi, sumber daya manusia, serta gagasan strategis yang akan menentukan arah perkembangan industri energi Indonesia ke depan,” ujarnya.
Ia menilai posisi Balikpapan sebagai pusat logistik dan operasional di Kalimantan, sekaligus gerbang menuju IKN, menjadikan kota ini sangat ideal untuk menjadi lokasi penyelenggaraan pameran industri bertaraf internasional.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan bahwa ekspansi penyelenggaraan IEE Series ke Balikpapan merupakan langkah strategis untuk mendekatkan platform industri kepada kawasan yang menjadi pusat aktivitas proyek dan investasi nasional.
Menurutnya, tingginya partisipasi perusahaan dari dalam maupun luar negeri menunjukkan besarnya potensi Kalimantan sebagai pusat pengembangan teknologi, investasi, dan bisnis di sektor energi, sumber daya alam, serta infrastruktur.
“Melalui kolaborasi sektor pertambangan, migas, dan konstruksi dalam satu wadah, IEE Series diharapkan mampu memperkuat konektivitas industri, memperluas peluang kerja sama, serta mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelas Hanung.
Selain menghadirkan pameran industri, IEE Series Balikpapan 2026 juga menggelar seminar dan forum diskusi yang membahas berbagai isu strategis.
Topik yang diangkat meliputi transformasi industri migas regional, peluang sektor konstruksi dalam mendukung pembangunan IKN, pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan artificial intelligence di sektor pertambangan, hingga isu keberlanjutan (sustainability) dan efisiensi industri.
Pameran yang berlangsung hingga 12 Juni 2026 tersebut terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun profesional industri.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *