by

Alwi Curiga Ada Kongkalingkong Perizinan, Soal Pengupasan Lahan di Kawasan Beller

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com- Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub) serta pemilik lahan di kawasan Jalan Beller  di ruang Komisi III,  pada Rabu (3/2/2021).

Ketua Komisi III Alwi Al Qodri mengatakan, RDP membahas tentang pengupasan lahan di kawasan Jalan Beller, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah.

“Memang sangat miris dan terus terang saya sangat kecewa dengan kinerja DLH yang sudah memberikan izin di bulan April 2020 lalu. DLH telah memberikan izin pengupasan lahan hanya 500 kubik tetapi fakta di lapangan pengupasan lahan masih berlangsung,” ujar Alwi Al Qodri kepada awak media, usai RDP.

“Ini sudah tidak benar, secara logika pekerjaan cuma 500 kubik dikerjakan sampai 10 bulan. Kalkulasinya kalau 1  dikalikan 20 hingga 30 truk satu hari secara hitungan kami 1 minggu sampai 10 hari itu sudah selesai, fakta di lapangan ini sudah berjalan 10 bulan jadi sangat miris tidak ada pengawasan dari pihak terkait ini namanya pembiaran,” ujar politikus Golkar tersebut.

“Baik dari DLH, lurah dan camat tidak ada yang mengawasi dalam kegiatan pengupasan lahat tersebut. Dalam RDP ini pihak lurah dan camat juga tidak hadir, yang jelas saya tidak tahu apakah ini ada kongkalingkong (permainan) kerjasama atau ada pembiaran pengupasan lahan yang mengakibatkan banjir tidak pernah selesai di daerah Beller tersebut,” terangnya.

Menurutnya, aktivitas pengupasan lahan tersebut sangat merugikan masyarakat sebab menyebabkan banjir, di Jalan Beller maupun  MT Haryono.

“Sangat aneh sekali mereka cuma sumbang PAD Rp 2,5 juta selama 10 bulan. Selain itu ternyata mereka juga ada memberikan Rp2 juta perbulan kepada pihak-pihak tertentu saya tidak tahu ditujukan untuk siapa, yang jelas lebih banyak membayar kepada yang tidak resmi dari pada yang resmi harusnya kontribusi ke PAD kita yang lebih besar,” katanya.

“Camat Balikpapan Tengah sampai tidak tahu inikan aneh di wilayahnya tidak tahu bahwa ada kegiatan pengupasan lahan yang tidak sesuai dengan izinya,” sindir Alwi.

“Mohon maaf  “sudah terima baru diam” yang jelas saya stop, kalau mau lanjut urus izinnya yang benar, karena kita lihat izin yang 500 kubik itu, izin yang mereka lakukan pengupasan lahan sampai sekarang. Beda izin, beda lokasi yang dikerjakan ini juga sangat tidak jelas, kalau begini terus bisa kacau.  Pihak DLH juga tidak pernah memantau, tidak pernah mengawasi ini ada apa.?,” tanya Alwi.

“Yang jelas ini sangat bermasalah tadi saya sampaikan ke DLH tolong ini di hentikan jangan ada kegiatan lagi. Kita akan panggil ulang pihak terkait. Saya rasa bukan cuma ini aja kejadiannya masih banyak yang lain. Lebih baik lurah dan camat diganti saja kalau nggak mampu mengawasi,” ujar Alwi.

Pengupasan lahan di kawasan Jalan Beller diduga ada permainan perizinan

Sementara itu,  pemilik lahan Joko Prasetyo mengatakan, untuk sementara kegiatan pengupasan lahan disetop sebelum izin yang baru sekitar 2.498 meter persegi ditindaklanjuti.

“Izin yang ada (500 kubik) ini kan sudah selesai, kita rencananya akan perpanjangan lagi dan di adakan prosedur prosedur yang ditetapkan di pemerintahan, untuk menghindari keresahan masyarakat,” kata Joko.

“Setelah izin yang baru keluar baru kita lakukan kegiatan pengupasan lagi, lokasinya tetap yang kemarin. Kejadian yang kemarin cuma miskomunikasi aja. Jadi ini akan kita urus kembali izinya. Izin yang 500 kubik sebelumnya dianggap sudah selesai. Sebab tujuan pengupasan lahan untuk penataan dan menjual tanah kaplingan,” katanya.

Seksi Pengendalian Kerusakan Lahan, Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Pesisir DLH Balikpapan Yenni Wardati mengatakan, mengenai izin yang 500 kubik itu sudah disestop, yang sudah terlanjur di kupas lahanya nanti pemilik lahan ajukan izin kembali.

“Yang jelas kami tidak akan keluarkan izin untuk lahan kaplingan kecuali untuk membangun perumahan,” ujar Yeni.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini