by

Beresiko Rahmad Langsung Melepas Fadli, Dinilai Mampu Mendukung Kinerja Wali Kota Sebelum Pemilihan Wawali

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Wali Kota Rizal Effendi bakal mengakhiri masa jabatanya sebagai Wali Kota Balikpapan Minggu, 30 Mei 2021. Isu yang berkembang saat ini setelah dilantik Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Mas’ud bakal langsung mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Sayid MN Fadli. Namun sejumlah kalangan menilai sangat berisiko apabila Rahmad Mas’ud langsung mengganti Sekda.

Pasalnya, Fadli selaku bos aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan dianggap paling mengetahui kondisi keuangan atau permasalahan pembangunan dan birokrasi yang sedang dihadapi pemerintah kota Balikpapan saat ini. Apalagi Balikpapan sedang menghadapi pandemi Covid-19 sangat beresiko apabila Rahmad Mas’ud langsung mengganti dengan sekda baru yang belum paham betul tentang persoalan birokrasi dan kota Balikpapan.  

Sayid Fadli dinilai mampu mendukung kinerja Rahmad Mas’ud dalam pengelolaan tata pemerintahan di Balikpapan karena sudah cukup lama di birokrasi. “Kalau menurut saya setelah Pak Rahmad menjabat jangan langsung melepas Sekda. Karena cukup berisiko dalam kondisi ekonomi terpuruk saat ini. Apalagi sedang pandemi Covid-19. Biarkan mengalir seperti air perlahan-lahan Pak Rahmad menilai siapa kira-kira yang cocok mengganti Pak Fadli,” ujar Ridwan Afiddin kepada, media ini, lewat ponselnya, Jumat (28/05/2021).

Pensiunan PNS Pemprov ini menilai, duet Rahmad-Fadli tidak akan menemui kendala selama belum ada wakil wali kota (wawali) sebab keduanya sudah saling mengenal selama lima tahun. “Saya kira nggak masalah belum ada wakil wali kota, karena Pak Rahmad dan Pak Fadli sudah saling mengenal. Apalagi sistem pemerintahan di Balikpapan sudah terbentuk sejak kepemimpinan wali kota sebelumnya. Jadi, standard  pelayanan dan pembangunan sudah tersistem tinggal dilakukan inovasi baru di tengah pandemi,” terangnya.

Selaku warga Balikpapan, dia menilai duet Rahmad-Fadli sangat baik. Tinggal bagaimana keduanya mampu membangun komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan roda pemerintahan. “Apalagi, Pak Fadli sudah banyak menyerap ilmu dari Pak Tjutjup, Pak Imdaad, hingga Pak Rizal. Jadi, saya kira Pak Fadli mampu mensuport kinerja Pak Rahmad,” tuturnya.

Mengenai pekerjaan rumah (PR) utama Wali Kota Balikpapan terpilih, Ia menuturkan, bagaimana penanganan Covid-19 untuk memulihkan ekonomi serta bagaimana menjaga kondusivitas Kota Balikpapan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan Forkopimda. “Kondusivitas itu sangat penting dan mahal. Saya kira ini ujian buat Pak Rahmad selama tiga tahun kedepan. Sebab kita sedang menghadapi dampak pandemi, bagaimana memulihkan ekonomi Balikpapan terutama meningkatkan PAD. Tapi kalau masih didampingi Pak Fadli yang akan pensiun tahun depan, saya yakin beban Pak Rahmad akan berkurang karena Pak Fadli cukup berpengalaman di birokrasi,” ujar pria berdarah Bugis dan Banjar ini.

Ia juga mengusulkan agar dalam menentukan posisi pimpinan OPD jangan sampai ada like and dislike lantaran perbedaan pandangan politik atau karena bisikan-bisikan liar. “Berusahalah subyektif dalam memilih pejabat. Apabila pejabat yang dipilih berkinerja baik, inshaallah akan mampu meringankan beban kerja wali kota selama tiga tahun kedepan. Ya pertahankan yang baik dan buang yang buruk,” ujar pria yang saat ini menjadi pedagang bahan pokok.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini