Kabupaten Paser

Bupati Fahmi Resmikan Kawasan Wisata Terpadu Kuliner Sungai Tuak

31
×

Bupati Fahmi Resmikan Kawasan Wisata Terpadu Kuliner Sungai Tuak

Share this article
Bupati Fahmi Fadli didampingi Ketua DPRD Hendra Wahyudi dan Kepala Disporapar Muhsin meresmikan Kawasan Wisata Terpadu Kuliner Desa Sungai Tuak pada Selasa (21/3/2023) malam.

TANA PASER,suarabalikpapan.com- Kawasan Wisata Terpadu Kuliner  di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot diresmikan Bupati Paser dr Fahmi Fadli pada Selasa (21/3/2023) malam. Bupati Fahmi mengatakan, Kawasan Wisata Terpadu Kuliner   Desa Sungai Tuak merupakan ikon baru di Kabupaten Paser. “Kami bersyukur salah satu ikon di Paser sudah selesai pembangunannya dan bakal dilanjutkan kembali pembangunan dan pengembangannya,” kata Fahmi di sela-sela kegiatan.

Fahmi menyebutkan  pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Kuliner  Sungai Tuak  ini masih banyak kekurangannya, namun ia meminta kepada Disporapar Paser untuk segera melengkapi sarana dan prasarana yang kurang.
“Saya berharap kekurangan-kekurangan itu segera dilengkapi, baik itu penataan parkir, jalan masuk ke wisata terpadu, sound sistem pencahayaan dan lainnya,” pintanya.
Dikatakannya Kawasan Wisata Terpadu Kuliner  Sungai Tuak  merupakan bentuk  perhatian Pemkab Paser terhadap upaya peningkatan ekonomi rakyat di Kabupaten Paser khususnya UMKM lokal. “Kami harapkan agar dinas terkait benar-benar dapat membina para UMKM lokal dalam hal menawarkan, memasarkan maupun membuat brand produknya,” ujarnya.
Selain area kuliner, di Kawasan Wisata Kuliner Terpadu  ini kata Fahmi, juga telah disediakan  panggung terbuka. Diharapkan dapat dimanfaatkan untuk ajang kreatifitas seperti pertunjukan musik, tari budaya adat daerah dan lainnya agar dapat dinikmati oleh masyarakat sebab memiliki daya tarik tersendiri. Dengan diresmikannya kawasan wisata terpadu kuliner ini, ia berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun ini dari tangan nakal dan jahil yang hendak merusak. “Ini bukan hanya tugas petugas Satpol PP saja namun tugas kita semua untuk memberikan peringatan kepada tangan jahil tersebut, agar wisata terpadu ini tetap terjaga dan dapat terus kita sama-sama nikmati,” ucapnya.
Fahmi berpesan kepada seluruh masyarakat, pengunjung, maupun pengelola agar dapat menjaga kebersihan, jangan sampai tempat ini pengelolaan sampahnya tidak baik, kalau pengelolaan sampah tidak baik tentunya wisata terpadu ini akan terlihat kumuh.
” Saya berpesan kepada Disporapar Paser, para pengelola dan pemilik kios agar dapat menjadi perhatian utama terkait pengelolaan sampah,”tegasnya. Dengan mengembangkan wisata kota ini, Fahmi berharap bersama-sama bisa mewujudkan Paser MAS (Maju, Adil, Sejahtera), serta misi mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri dan berdaya saing dapat tercapai.
Sementara itu,  Kepala Disporapar Kabupaten Paser Muhsin Palinrungi mengatakan, pembangunan kawasan wisata kuliner terpadu bakal dilakukan secara berkelanjutan. Untuk saat ini pembangunan masuk dalam tahapan segmen satu dengan luas 4.891 meter persegi dengan kategori wisata kuliner. Selanjutnya, tahun ini akan dibangun segmen kedua dengan luasan 3.286 meter persegi berupa parkir, taman, lapangan mini soccer, serta tenis lapangan. Sedangkan untuk segmen ketiga dengan luas 3.152 meter persegi pembangunan berupa playground, fitnes outdoor, skateboard, dan tambahan WC umum dan yang terakhir yakni segmen 4 dengan luasan 4.924 meter persegi untuk parkir, lapangan basket, voli, serta dermaga.
“Total luas kawasan wisata terpadu mencapai 19.655 yang terbagi 4 segmen. Sisanya ada 3. 402 meter persegi untuk pedagang UMKM dan semua lahan itu sudah milik Pemkab Paser,” jelasnya.
Mengenai belum tersedianya tempat sampa diarea tersebut,  Muhsin mengaku telah mewajibkan kepada pedagang yang menempati kios kontainer harus menyediakan tong sampah. Jika tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan bakal dievaluasi serta kemungkinan terburuknya tidak akan memperpanjang kontraknya untuk menyewa kios kontainer tersebut.
“Setelah ini kami bakal mensosialisasikan kepada mereka agar dapat menyediakan tong sampah masing-masing,” ujar Muhsin.
Muhsin menambahkan, untuk penanganan sampah di lokasi ini sistemnya mobile, jadi ada petugas yang mengambil disetiap kios kontrainer tersebut dan langsung membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Jika disediakan tempat kusus buat pengumpulan sampah dilokasi tersebut bakal menggangu, jadi sistemnya mobile, namun kami tetap menegaskan setiap kios memiliki tong sampah masing masing,”pungkasnya. (sb-06/adv/kominfo-psr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *