by

DPRD Kutim Mediasi Persoalan Karyawan PT KWN

-DPRD Kutim-12 views

SANGATTA,suarabalikpapan.com-Sejumlah karyawan PT Karunia Wahananusa (KWN) site Bengalon melakukan aksi unjuk rasa di gedung parlemen DPRD Kutai Timur, Senin (3/02/2020). Para pengunjuk rasa mengajukan 7 tuntutan. Salah satunya mengenai mutasi karyawan.
Pada kesempatan tersebut dilakukan mediasi di Sekretariat DPRD Kutim, Kamis (6/2/20). Mediasi dihadiri puluhan karyawan PT KWN, manajemen perusahaan, serikat buruh PPMI Kutim dari PT KWN.


Mediasi dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kutim Maswar didampingi Agusriansyah Ridwan, Basti Sanga Langi, Asmawardi, Avansyah, Jimmy, Masdari Kidang, Siang Geah, Hj Fitri, dr Novel, Son Hatta, Joni serta Kabid PHI Disnaker Kutim.
Maswar mengatakan, DPRD tak sekadar berbicara aturan, tetapi mencari solusi terbaik.
“Kami meminta kebijakan perusahaan untuk bisa mengakomodir tuntutan karyawan,” ucap Maswar.
Hal senada diungkapkan Asmawardi, ia meminta manajemen PT KWN mau mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Perusahaan harus mengedepankan kearifan lokal. Sebab istri-istri karyawan merupakan warga asli lokal. Sebaiknya mutasi dilakukan dengan adanya pertimbangan yang lebih bijak pada sisi kemanusiaan dan kearifan lokal,” ujar Asmawardi yang juga ketua Fraksi Amanat Keadilan Berkarya (AKB) itu.


Sementara Agusriansyah menuturkan, pihak perusahaan sebaiknya memilih dari beberapa poin tuntutan tersebut, mana yang sekiranya bisa diakomodir oleh manajemen.
“Kalau tak bisa mengambil keputusan mendingan tak usah hadir di rapat sebab tak menyelesaikan masalah,” kata politisi PKS itu.
Sementara Basti berharap, agar pihak pengawas hadir untuk membantu menjawab ini.
“Kami sebenarnya sudah turun ke lapangan mengecek ke lokasi dengan surat tugas kami. Sisanya kami serahkan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk penanganan di bidangnya,” ucap politisi dari PAN itu.
Handoyo, HR Manager dari PT KWN di Balikpapan menyatakan, salah satu tuntutan yaitu tentang roster kerja. Karena pernah hal itu disampaikan ketika diundang Disnaker.
“Kenapa ada Roster kerja 13-2 diubah jadi 13-1. Itu sebab sebenarnya awal berdirinya perusahaan bahwa roster kerja yang digunakan adalah 13-1. Namun berjalan waktu kami mengubah menjadi 13-2. Tapi akhirnya terget produksi tak tercapai sehingga manajemen mengubah jadi 13-1 dengan tanpa mengurangi hak pekerja dan menaikkan pendapatan karyawan,” jelas Handoyo di sela-sela hearing.(Adv/sb-02).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini