by

Dubes Donovan Terharu Melihat Musibah Palu, Sampaikan Pesan Turut Berduka Cita

-Uncategorized-6 views

Balikpapan-Simpati terhadap korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah ditunjukan oleh sejumlah negara asing. Salah satunya datang dari Amerika Serikat yang memberikan bantuan kemanusiaan.
Menurut Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, sebagai bentuk rasa simpati, pihaknya ikut memberikan bantuan 3 pesawat Hercules C130 untuk mengangkut pengungsi dan barang-barang kebutuhan sehari-hari korban gempa dan tsunami Sulteng.
“Kami juga memberikan bantuan personel bongkar muat barang baik dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan maupun setiba di Bandara Sis Al Jufri Palu,” ujar Joseph Donovan, kepada sejumlah awak media di Hanggar C Pangkalan TNI AU Balikpapan, Selasa (16/10/2018) pukul 09.00 wita.
Joseph mengaku dirinya telah mengunjungi lokasi gempa dan tsunami di Palu.
“Saya merasa sedih melihat Kota Palu yang hancur. Begitu juga para korban yang meninggal dunia. Untuk itu, Saya turut berduka cita,” ucapnya.
Mengenai bantuan pesawat Hercules C130, Joseph mengatakan, pihaknya belum bisa menarik, selama masih dibutuhkan untuk membantu para korban bencana dan distribusi barang bantuan.
“Bantuan pesawat Hercules membantu korban gempa sampai waktu yang tidak ditentukan,” kata Joseph didampingi Endang Wahyuni Public Affairs Section US Embassy Jakarta dan sejumlah pejabat kedutaan lainnya. Sebelumnya Joseph Donovan mengatakan, pemerintah AS memberikan bantuan senilai US$ 4 juta atau sekitar Rp 60 miliar kepada pemerintah Indonesia untuk membantu Sulawesi Tengah.
“Jumlah ini belum termasuk donasi dari perusahaan-perusahaan swasta (AS) dan biaya untuk mendatangkan pesawat C-130,” tutur Donovan
Selanjutnya, pria yang menjabat sebagai dubes AS untuk Indonesia sejak Januari 2017 ini menyebut sebanyak tiga pesawat Hercules C-130 yang dikirim oleh AS untuk Indonesia mendarat di Balikpapan.
“Ketiganya beroperasi untuk membantu para korban di Palu. Pokoknya Kami siap untuk memberikan bantuan transportasi udara,” kata Donovan.
Sementara itu, AS juga menerjunkan tim ahli bencana dari United States Agency for International Development (USAID) dan Office of Foreign Disaster Assistance (OFDA).
Tugas mereka yakni melakukan penilaian kerusakan dan berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
“Timnya ada 8 orang, termasuk 2 dari disaster specialist (spesialis bencana) yang melihat kondisi di lapangan dan bekerja sama dengan mitra-mitra kami dan juga dengan pihak pemerintah yang ada di Palu dan Balikpapan,” kata Senior Regional Advisor OFDA, Harlan Hale.
“Juga ada 2 koordinator civil military yang bertindak untuk menyiapkan kedatangan C-130, agar pesawat ini bisa diisi (barang-barang yang hendak diangkut) dan beroperasi di sini,” katanya.
Lalu, ada 2 orang petugas logistik yang bertindak untuk memantau kedatangan bantuan.
“Dan yang terpenting adalah 2 orang staf dari USAID –staf lokal dan merupakan warga negara Indonesia– yang datang bersama tim ke lokasi bencana dan bertugas sebagai penghubung dan penerjemah,” ucap Hale.
Saat ditanya mengenai bentuk koordinasi yang dilakukan oleh timnya, Hale mengaku tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terlebih dahulu sebelum menyalurkan bantuan kemanusiaan dan mengangkut barang-barang ke lokasi terdampak di Sulawesi Tengah.
Sekadar diketahui, USAID bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra-mitra USAID-telah mendistribusikan perangkat tempat pengungsi darurat, selimut, perangkat kebersihan atau hygiene kit, lampu tenaga surya dan persediaan-persediaan pemulihan bencana lainnya, serta peluang aman untuk membantu anak-anak dalam mengatasi dan menghadapi bencana.(sb-01)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *