by

Hj Suharti Akui Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Usaha Koperasi, Sebelumnya SHU Kowapi Balikpapan Mencapai Rp543 Juta Sekarang Rp20-an Juta

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai sektor usaha, salah satunya usaha koperasi. Demikian diungkapkan Ketua Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Kowapi) Kota Balikpapan, Hj Suharti, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-25 Kowapi Balikpapan, dengan menerapkan protokol Kesehatan (Prokes), di Hotel Pacifik, Senin (12/4/2021).

“Pandemi telah berdampak terhadap kegiatan koperasi terutama usaha simpan pinjam. Kalau tahun sebelumnya kita masih bisa mengantongi SHU (sisa hasil usaha) sebanyak Rp543 juta tapi setelah pandemi hanya Rp20-an juta,” kata Suharti dalam sambutanya.

Ia mengaku, akibat pandemi ada beberapa anggota koperasi yang keluar, tapi setelah pandemi banyak juga anggota baru yang ingin bergabung dengan Kowapi.

“Alhamdulillah pengurus dan anggota Kowapi tetap kompak. Usaha simpan pinjam dari Kowapi persyaratannya tidak sesulit seperti di bank. Jadi tinggal telepon uang cair. Apalagi saat pandemi walaupun usaha sedang menurun karena ada anggota yang datang dengan muka kasihan akhirnya kami bantu,” ujar Suharti yang terpilih kembali secara aklamasi dalam RAT tersebut. Ia mengaku sebenarnya sudah menolak tidak akan memimpin lagi Kowapi Balikpapan karena sudah 25 tahun menjabat.

“Sebenarnya saya kepingin yang muda-muda memimpin Kowapi, tapi karena banyak teman-teman yang masih memberikan amanah sehingga saya harus menjalankan tanggung jawab ini. Semoga usaha Kowapi terus mengalami peningkatan demi kesejahteraan anggota,” harap ibu dari anggota DPRD Balikpapan Andi Arif Agung ini.

Pengurus dan anggota Kowapi Balikpapan berfoto bersama Kepala DKUMKMP  Adwar Skenda Putra di sela-sela RAT ke-25 Kowapi Balikpapan di Hotel Pacifik

Dewan Pengawas Kowapi Balikpapan, Ernawaty Gaffar mengaku, selama dipimpin Hj Suharty, Kowapi Balikpapan telah berhasil meraih koperasi terbaik di Kaltim dengan predikat Great A.

“Saya berharap kedepan usaha Kowapi semakin berkembang dan mampu mensejahterakan anggota, terutama usaha simpan pinjam yang sempat mengantongi SHU diatas Rp500 juta,” kata Ernawaty.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra yang akrab disapa Edo mengatakan, dari 478 koperasi di Balikpapan baru 60 koperasi yang melakukan RAT. “Kami targetkan pada tahun ini ada 120 koperasi  yang melakukan RAT dari total 478 koperasi di Balikpapan,” kata Edo.

Ia juga berharap kedepan Kowapi menjadi contoh bagi koperasi lainya di Balikpapan dan yang terutama dalam mensejahterakan anggota.

“Untuk itu, saya berharap anggota koperasi jangan hanya kuat pinjam tapi malas mengembalikan, sebab di Kowapi pencairan dananya sangat mudah tidak sesulit diperbankan. Apalagi kedepan kita akan menyambut Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim sehingga Kowapi diharapkan mengambil peran dalam mengembangkan usaha demi kesejahteraan anggota,” harap Edo yang sekaligus membuka acara RAT Kowapi Balikpapan.(sb-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 views

Berita terkini