by

Ketua LPM Gubah Soroti Pengupasan Lahan di BJBJ, Diduga Penyebab Banjir di Kawasan MT Haryono Dalam

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Musibah banjir terus membayangi Kota Balikpapan setiap tahun. Bahkan, sudah beberapa kali pergantian Wali Kota dan anggota DPRD masalah banjir ini sepertinya tidak selesai-selesai. Persoalan banjir ini kembali mendapat sorotan dari Ketua LPM Kelurahan Gunung Bahagia (Gubah), Kecamatan Balikpapan Selatan, Ervan Dahri. Menurutnya, salah satu yang diduga penyebab banjir di Balikpapan yaitu pengupasan lahan di RT 51 Kelurahan Gunung Bahagia dekat Klinik Juanson kawasan BJBJ Jalan MT Haryono Dalam.

“Seharusnya sebelum melakukan penataan lahan harus dibuatkan terlebih dahulu saluran drainase pembuangan air serta bendungan pengendali (bendali) banjir atau bozem supaya saat hujan deras tidak terjadi banjir parah,” kata Ervan panggilan akrab Ervan Dahri, kepada media ini, pada Jumat (4/3/2022).

Selain itu, Ervan juga menyoroti kinerja pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang lalai mengawasi aktivitas pengupasan lahan yang telah merusak lingkungan sehingga menyebabkan banjir. “DLH harus aktif mengawasi aktivitas pengupasan lahan di Balikpapan supaya tidak terjadi banjir parah seperti di kawasan RT 51 Gunung Bahagia BJBJ,” ujar Ervan.

Untuk itu, dirinya meminta kepada OPD terkait di lingkungan Pemkot Balikpapan agar menyetop sementara aktivitas pengupasan lahan tersebut, sebelum pengembang atau developernya membangun saluran drainase serta bozem untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan itu.

Ketua LPM Kelurahan Gunung Bahagia Ervan Dahri aktif mengawasi aktivitas pembangunan di wilayah Gunung Bahagia, termasuk di kawasan BJBJ

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana yang dikonfirmasi media ini mengaku, segera melakukan kroscek izin-izin dari aktivitas pengupasan lahan tersebut, seperti Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPL). “Silakan kroscek ke staf saya tentang SPPL,” kata Dirman panggilan akrab Sudirman Djayaleksana.

Sementara itu, Staf Bagian Pengaduan DLH Kota Balikpapan Nisfi kepada media ini mengaku, sebelum SPPL terbit pihaknya sudah meninjau lokasi pengupasan lahan tersebut.   “Informasi yang saya terima di lapangan bahwa lahan tersebut akan dibuat lahan parkir dan saya sudah arahkan sebelum melakukan pengupasan lahan agar mengurus perizinan terlebih dahulu, kemudian menanam pohon di samping kanan dan kiri lahan, membuat drainase di sisi kanan dan kiri, kemudian aliran air di arahkan ke bak kontrol sebelum dialirkan ke drainase di pinggir jalan,” aku Nisfi.

Informasi terakhir, kata Nisfi, SPPL-nya sudah terbit yang diperuntukan kafe dan parkir. Namun, setelah SPPL terbit pihaknya belum turun ke lokasi untuk melakukan kroscek lapangan apakah arahan DLH dipatuhi pengembang atau tidak.

“SPPL diperkirakan sudah terbit pertengahan 2021 lalu. Kami mohon maaf, kalau kami lalai dalam melakukan pengawasan sebab tim pengawas kami hanya dua orang untuk bertugas mengawasi aktivitas pengembang di seluruh wilayah Kota Balikpapan. Tapi untuk pengupasan lahan di samping Klinik Juanson kami akan jadwalkan peninjauan lapangan dalam waktu dekat ini,” aku Nisfi. (sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini