by

Pedagang Paser Penyembolum Senaken Dilakukan Vaksinasi

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Untuk menekan angka penyebaran Covid-19 Pemkab Paser melakukan vaksinasi massal untuk pelayan publik, terutama para pedagang di Pasar Penyembolum Senaken Kecamatan Tanah Grogot, pada Selasa (8/6/2021).

Vaksinasi dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser  Amir Faisol, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi dan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Paser. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan, vaksinasi ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan hasil vaksinasi di Kabupaten Paser. “Vaksinasi ini masih rendah secara keseluruhan cakupan kumulatif vaksinasi sampai kemarin masih diangka 27 persen,” kata Amir Faisol.

Untuk vaksinasi pelayanan publik lanjutnya, salah satunya  terdiri dari pedagang pasar masih berada di angka 41%. Ia pun beranggapan, dalam meningkatkan penyaluran vaksinasi tahap ke-4 ini, yang dilakukan secara massal untuk kelompok pedagang pasar agar dapat dengan mudah dijangkau. “Kita ingin mendekatkan tempat pelayanan vaksinasi, kalau tempatnya dekat dengan tempat mereka berjualan agar para pedagang antusias mengikuti vaksinasi massal,” terangnya.

Dari 1.735 pedagang, sampai saat ini hanya 50 pedagang yang mengikuti vaksinasi. Ia mengatakan, vaksinasi berlangsung sampai sore hari. “Kalau dari stok vaksin yang ada, kita jamin vaksin itu cukup untuk melayani para pedagang yang ada di Pasar Senaken,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi mengatakan, pemerintah daerah menginginkan partisipasi dari seluruh masyarakat Paser agar dapat mensukseskan jalannya vaksinasi. Menurutnya, pedagang pasar cukup antusias utuk mengikuti vaksinasi massal, namun yang menjadi kendala pedagang perlu menyesuaikan waktu mereka berdagang. “Kita akan lanjutkan lagi nanti untuk vaksinasi massal ini, mungkin di Plaza Kandilo dan sebagainya, kita lihat minat hari ini cukup bagus,” ucapnya.

Rencananya, pedagang yang akan menempati kios baru di Pasar Senaken, wajib mengantongi sertifikat Covid-19. “Kita akan sampaikan ke Bupati nanti, jika pedagang yang ingin menempati lapak baru wajib memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19,” tegasnya.

Ia melanjutkan, jika nantinya ada pedagang yang menolak untuk vaksinasi, maka kios yang baru tersebut tidak akan diberikan. Kecuali ada alasan kesehatan, sehingga tidak diharuskan untuk melakukan vaksinasi.Hal yang sama juga diberlakukan untuk pegawai pemerintah, baik itu PNS maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) tidak ada alasan untuk menolak vaksinasi.

“Pegawai seharusnya tidak boleh menolak, karena ini bagian dari tugas pemerintah, kita juga akan sampaikan ke Bupati terkait hal ini, jadi PNS maupun PTT harus wajib mengikuti vaksinasi, tidak ada istilah menolak,” pungkasnya.(adv/sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini