by

Pemkot Renovasi 212 Unit Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pemerintah kota Balikpapan mendapat bantuan perbaikan 96 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemprov Kaltim. Sebanya 212 unit ditargetkan direnovasi pada tahun ini. “Yang didanai oleh APBD 23 unit rumah, kemudian yang didanai melalui alokasi dana khusus sebanyak 93 unit. Dari 23 unit rumah tersebut dianggarkan Rp 500 juta dari APBD,” ujar Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Heri Santoso, kepada awak media, Rabu (9/6/2021).

Ia menjelaskan, sebanyak 93 unit rumah yang mengunakan dana alokasi khusus sebesar Rp 1,8 miliar. Masing-masing rumah mendapatkan Rp 17,5 juta, kemudian yang dari APBD kota Balikpapan masing-masing rumah mendapatkan Rp 20 juta.

Dia mengatakan, untuk yang mengerjakan adalah masyarakat dengan gotong royong, nanti Disperkim akan memberikan bahan bangunan yang diperlukan untuk melakukan renovasi. Renovasi rumah tersebut tersebar di empat kelurahan yang tersebar di Balikpapan.

Heri menuturkan, seharusnya ada 100 rumah yang direnovasi melalui anggaran APBD Provinsi. Karena empat rumah ini proses administrasi belum lengkap, maka cuma 96 rumah saja yang akan dilakukan renovasi. “Untuk bantuan dari Provinsi akan direnovasikan oleh pihak provinsi dalam bentuk bangunan, bukan uang dan material bangunan. Sehingga sudah berbentuk rumah,” pungkasnya. Rutilahu adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, dan kesehatan penghuni.

Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 2011, rumah merupakan bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya. Tantangan dalam penyediaan perumahan diantaranya jumlah Rutilahu sebesar 3,4 juta pada skala nasional. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya perumahan kumuh, jika tidak dicegah dan dikendalikan. (sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini