Kota Balikpapan

Pola Hidup Tak Sehat, Penyebab Meningkatnya Kasus Penyakit Jantung Usia Muda di Balikpapan

28
×

Pola Hidup Tak Sehat, Penyebab Meningkatnya Kasus Penyakit Jantung Usia Muda di Balikpapan

Share this article
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia Cabang Balikpapan, Dr. Muhammad Iqbal, SpJP

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Jumlah penderita penyakit jantung koroner di Kota Balikpapan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kekhawatiran semakin besar karena kasus ini kini banyak dialami oleh warga usia muda. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Balikpapan, Dr. Muhammad Iqbal, SpJP, menyebut perubahan pola gaya hidup menjadi faktor utama pemicunya.
Menurut Dr. Iqbal, semakin banyak pasien muda yang mengalami serangan jantung hingga membutuhkan pemasangan ring.
“Banyak sekali kita lihat usia sangat muda, ada yang masih 28 tahun sudah kena serangan jantung dan pasang ring. Ini bukan hanya satu atau dua kasus, tapi sudah beberapa,” ujarnya, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Medis Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Balikpapan.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, rendah aktivitas fisik, serta merokok merupakan faktor dominan penyebab meningkatnya kasus jantung pada kelompok usia muda.
Dr. Iqbal menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari memperbanyak konsumsi sayur dan buah, hingga rutin berolahraga.
“Wajib ada aktivitas fisik. WHO menganjurkan minimal 150 menit olahraga per minggu, atau rata-rata 30 sampai 50 menit setiap kali latihan,” jelasnya Senin (5/1/2026)
Selain jantung koroner, Balikpapan juga mencatat kasus penyakit jantung bawaan yang cukup tinggi.
“Bayi dengan jantung bawaan biasanya badannya susah naik, sesak napas, atau tampak biru sejak lahir. Deteksi dini sangat penting agar tidak terlambat ditangani,” kata Iqbal.
Tidak hanya itu, hipertensi atau tekanan darah tinggi juga banyak ditemukan pada warga usia muda di Balikpapan. Penyebabnya masih sama: pola makan tinggi garam, konsumsi makanan berpengawet, minuman manis dan bersoda, serta makanan cepat saji.
Dr. Iqbal berharap YJI Balikpapan semakin aktif dalam upaya pencegahan.
“YJI berperan besar dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat, baik dari sisi makanan maupun olahraga. Klub jantung sehat pun rutin menggelar kegiatan olahraga,” katanya.
Masyarakat yang ingin menjaga kebugaran atau yang memiliki riwayat penyakit jantung dapat mengikuti senam dan kegiatan olahraga yang digelar YJI.
“Kegiatan ini terbuka bagi penderita penyakit jantung maupun masyarakat umum,” tambahnya.
Terkait tingginya biaya pengobatan penyakit jantung, Ia menilai perlu adanya dukungan lebih besar dari pemerintah dan sektor swasta.
“Pasien jantung koroner tidak bisa sembuh total dan harus rutin kontrol. YJI aktif membantu pasien, terutama bayi dengan jantung bawaan yang membutuhkan operasi di Jakarta,” jelasnya.
Menurutnya, tidak semua biaya dapat ditanggung BPJS, sehingga bantuan pemerintah daerah dan perusahaan swasta, termasuk BUMN di Balikpapan, sangat dibutuhkan.
“Kami berharap pihak swasta dapat lebih berperan dalam membantu pasien jantung, terutama warga kurang mampu,” tutup dokter spesialis jantung Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) tersebut. (sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *