Kota Balikpapan

Produksi Minyak di Kalimantan dan Sulawesi Turun, Lifting Tidak Tercapai di 2024

283
×

Produksi Minyak di Kalimantan dan Sulawesi Turun, Lifting Tidak Tercapai di 2024

Share this article
Kepala Pengawas Lifting SKK Migas Kalsul, Damar Setiawan menjelaskan capaian produksi minyak di Kalimantan dan Sulawesi tahun 2024

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com– Produksi minyak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) mengalami penurunan, dengan lifting yang tidak tercapai pada tahun 2024. Hal ini terungkap dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun yang diselenggarakan oleh SKK Migas Wilayah Kalsul di Kantor SKK Migas, Pasir Ridge, Balikpapan, Selasa (17/12/2024).
Kegiatan ini mengulas pencapaian produksi minyak sepanjang tahun 2024 serta menetapkan target nasional untuk tahun 2025.
Kepala Pengawas Lifting SKK Migas Kalsul, Damar Setiawan, menjelaskan bahwa hingga 30 November 2024, realisasi produksi minyak di wilayah Kalsul tercatat mencapai 70,1 MBOPD. Sementara itu, lifting yang tercatat sebesar 68,9 MBOPD. Damar menyebutkan bahwa beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) masih belum mencapai target produksi mereka, dengan perbedaan sekitar 1 hingga 2 persen dari target yang ditetapkan.
Damar Setiawan juga memaparkan capaian produksi minyak dari beberapa lapangan strategis di wilayah Kalsul. Beberapa lapangan yang menunjukkan hasil produksi mendekati target adalah: PHM (Pertamina Hulu Mahakam): 98% dari target produksi, Pertamina Sanga-Sanga: 98% dari target produksi, Sangatta: 97% dari target produksi dan Tanjung: 96% dari target produksi.
Sementara itu, KKKS Eni Rapak mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target produksi hingga 384%. Namun, di sisi lain, KKKS Eni Makassar mengalami penurunan produksi yang signifikan akibat kendala teknis, meskipun hal ini dapat diimbangi oleh kinerja positif dari Eni Rapak.
Secara keseluruhan, realisasi produksi minyak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada 2024 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2023, produksi minyak tercatat sebesar 74,9 MBOPD, sementara pada 2024, hingga 30 November, tercatat hanya 70,1 MBOPD, atau mengalami penurunan sebesar 4,8 MBOPD.
Damar Setiawan optimis bahwa dengan upaya pengeboran yang dilakukan sepanjang tahun 2024, produksi minyak pada tahun 2025 akan mengalami peningkatan. Pemerintah telah menetapkan target produksi minyak nasional untuk tahun 2025 sebesar 605 MBOPD.
Meskipun produksi mengalami penurunan, lifting pada 2023 hampir tercapai 100% dengan angka 74,7 MBOPD dari target 74,9 MBOPD. Namun, hingga November 2024, tercatat ada selisih sebesar 1,6 MBOPD yang belum terlifting. SKK Migas Kalsul akan terus memantau perkembangan produksi dan lifting di bulan Desember, dan evaluasi tambahan produksi dan lifting akan dilakukan pada akhir tahun.
Dengan target yang ambisius pada 2025, SKK Migas Kalsul berharap adanya perbaikan dan capaian yang lebih baik di sektor produksi minyak pada tahun mendatang.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *