by

RDP Komisi II dengan Disporapar Balikpapan, Bahas Capaian PAD Pantai Manggar 2020 dan Inovasi 2021

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi II DPRD Balikpapan membidangi perekonomian dan pariwisata melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Doortje Marpaung dan jajaranya, di ruang Komisi II, Kamis (7/1/2021).

Menurut Wakil Ketua Komisi II Mieke Henny, RDP kali ini membahas capaian program Disporapar tahun 2020 serta program  tahun 2021 yang bisa dianggarkan pada APBD perubahan.

“Jadi substansi dari pertemuan kali ini pertama untuk realisasi program dan capaian tahun 2021 dikarenakan ada Dana Bagi Hasil (DBH) yang turun maka kami pertanyakan. Khusus Disporapar ada alokasi sebesar Rp 4,4 milliar kemudian beberapa mata kegiatan yang dihapus karena berkaitan dengan pembangunan fisik,” kata Mieke Henny, kepada media ini, usai RDP, Kamis (7/1/2020).

Mieke mengungkapkan, pada tahun 2021 ini Disporapar ditargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp4,6 miliar untuk Pantai Manggar oleh Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) atau naik Rp2 miliar dari target tahun sebelumnya.

“Yang kami sayangkan Disporapar ditargetkan Rp4,6 miliar tahun ini untuk PAD Pantai Manggar tetapi tidak dibarengi perbaikan dan perawatan sarana dan prasarana tempat wisata. Apalagi saat ini Balikpapan masih dilanda Pandemi Covid-19,” ujar anggota DPRD Dapil Balikpapan Selatan ini.

“Kita sepakat untuk target PAD Disporapar Rp4,6 miliar dan itu akan kita kawal terus supaya target itu bisa tercapai dan kami sangat berterima kasih kepada Disporapar karena target PAD tahun ini tercapai,” aku politisi Demokrat tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Mieke Henny

Pada kesempatan tersebut Mieke menegaskan, perlunya menyelamatkan pelaku UMKM di Pantai Manggar agar tidak terpapar Covid-19. Mereka harus mematuhi protokol kesehatan seperti  memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Saya kira Kesehatan itu adalah nomor satu, makanya mereka (pelaku UMKM) harus patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Mengenai promosi-promosi wisata tetap dilakukan namun ada batasnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Kita juga minta kepada Disporapar wajib menyampaikan laporan perkembangan pendapatan retribusi di Pantai Manggar,” kata Mieke.

Selaku wakil rakyat, pihaknya optimis target PAD Disporapar Rp4,6 miliar tahun 2021 bisa tercapai asalkan ada inovasi-inovasi terbaik untuk pengembangan kawasan Pantai Manggar.

“Jangan sampai kita menargetkan PAD Rp4,6 miliar tetapi tidak ada inovasi dan tidak ditunjang oleh fasilitas memadai. Makanya Kami minta kepada pemerintah kota agar Disporapar diprioritaskan mendapatkan anggaran pada APBD perubahan tahun ini sebab Dinas Pariwisata sebagai salah satu OPD penyumbang PAD tapi anggaranya sedikit,” ujarnya.

Mieke menuturkan, seharusnya tahun ini obyek wisata Pantai Manggar memiliki tempat parkir yang rapi, truk pengangkut sampah, dibangun gapura supaya lebih menarik, bangunan pencegah abrasi diperluas, tetapi semua rencana pembangunan fasilitas tersebut dicoret.

“Kami berharap kedepan sarana dan prasarana obyek wisata Pantai Manggar seperti di Bali yaitu pantai dan toiletnya selalu bersih seperti di hotel serta ada tempat parkir perahu nelayan sehingga pengunjung bisa menikmati ikan segar untuk dibakar yang baru saja ditangkap para nelayan seperti yang ada pasar ikan Muara Angke Jakarta,” pungkasnya. Ikut serta dalam RDP tersebut, Ketua H Haris, Wakil Ketua Mieke Henny, Sekretaris Aminuddin, anggota Anggota Hj Suwarni, Hj Kasmah, Muhammad Najib, drg H Syukri Wahid dan H Nurhadi Saputra.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini