Kabupaten Paser

Sosialisasi HIV-AIDS dan PMS di Pemaluan, Warga Diminta Tidak “Jajan” Sembarangan

37
×

Sosialisasi HIV-AIDS dan PMS di Pemaluan, Warga Diminta Tidak “Jajan” Sembarangan

Share this article
Narasumber dan peserta sosialisasi mengenai HIV-AIDS dan PMS berfoto bersama usai acara di Gedung Serba Guna, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, PPU, Kamis (25/5/2023).

SEPAKU,suarabalikpapan.com-Ratusan  warga Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti Sosialisasi HIV/Aids dan Penyakit Menular Seksual (PMS) dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSB) Kelurahan Pemaluan, Kamis (25/5/2023) siang.

Dalam sosialisasi kali ini hadir sebagai narasumber Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan PPU, dr. Rizka Aziza Darwis, MPH dan Sri Wiyani, SKM. Sedangkan peserta sosialisasi diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemilik wisma, pemilik warung hingga para pekerja pembangunan Ibu Kota Nisantara (IKN).
Menurut Lurah Pemaluan, Ari Rahayu Purwati, sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya HIV-AIDS.
“Jadi tujuannya agar masyarakat mawas diri atau waspada terhadap penyakit ini,” kata Ari Rahayu di sela-sela sosialisasi.
Ia berharap kepada masyarakat agar ridak melakukan  seks bebas untuk menghindari penularan virus  HIV -AIDS.
“Jadi kami berharap tidak ada yang jajan sembarangan agar tidak tertular penyakit  HIV-AIDS,” harapnya. Sekretaris Camat (Sekcam) Sepaku, Hendro Susilo,  menyambut baik sosialisasi ini sehingga wilayah Pemaluan bebas dari penyakit HIV-AIDS.
“Jangan sampai orang luar takut datang ke Pemaluan akibat penyakit berbahaya ini. Karena itu edukasi seperti ini sangat penting,” ujar Hendro.
Sementara itu, Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr Riska Aziza Darwis MPH selaku narsumber menjelaskan tentang gejala dan upaya-upaya pencegahan  penyakit HIV-AIDS.
“Virus HIV-AIDS disebabkan hubungan berganti-ganti pasangan sehingga imun atau daya tahan tubuh menurun. Setelah daya tahan tubuh menurun akan mudah terserang berbagai penyakit  sebab virus  HIV-AIDS membuat tubuh menjadi lemah,” kata Riska.
Ia menjelaskan, virus HIV-AIDS bisa tertular melalui oral, dubur, anal, suntikan bergantian hingga transfusi atau donor darah.
“Jadi kalau hanya bersalaman maupun berenang bersama tidak akan tertular virus HIV-AIDS. Sebab gejala-gejala terinfeksi HIV-AIDS akan terlihat setelah 5 sampai 10 tahun. Seperti demam, diare, sariawan hingga pembesaran kelenjar getah bening,” terangnya.
Riska menambahkan, saat ini jumlah penderita HIV-AIDS mengalami peningkatan di kalangan ibu rumah tangga dan anak- anak. Adanya sosialisasi ini mendapat sambutan baik dari warga Pemaluan.
“Saya selaku warga menyambut baik sosialisasi ini sebab kami tidak mau daerah Pemaluan ada orang tertular virus HIV -AIDS,” ujar Yanto, salah satu peserta sosialisasi. Diakhir kegiatan dilakukan tanya jawab antara peserta sosialisasi dan narasumber.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *