by

Tak Ada Gugatan ke Pengadilan, KPU Paser Lanjutkan Proses PAW dr Fahmi Fadli

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menyerahkan calon anggota DPRD Kabupaten Paser Penggantian Antar Waktu (PAW) dr Fahmi Fadli yang mengundurkan diri lantaran maju pada Pilkada Paser 2020 lalu. Proses ini telah sesuai dengan PKPU Nomor 6 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 6 Tahun 2019.

Ketua KPU Paser Abdul Qayim Rasyid mengatakan, berdasarkan PKPU 6 Tahun 2019 bahwa PAW dilakukan oleh calon PAW yang memperoleh suara sah terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada dapil yang sama jika memenuhi syarat. “Dalam aturan kami harus memperhatikan terlebih dahulu dari perolehan suara partai politik yang sama di dapil yang sama, yaitu dapil 2,” kata Abdul Qayim, kepada media ini, Senin (24/5/2021).

Ia mengungkapkan, setelah dilakukan klarifikasi terhadap calon PAW dari partai yang sama di dapil 2, tidak terdapat calon yang memenuhi syarat untuk diajukan sebagai PAW. Untuk itu pihaknya mengambil tahapan pada ketentuan selanjutnya yang dijelaskan pada pasal 14 PKPU Nomor 6 tahun 2019. Dalam PKPU itu menyebutkan apabila tidak terdapat calon PAW di dapil yang sama, nama calon PAW pemilu terakhir pada dapil yang berbatasan langsung secara geografis dan memiliki perolehan suara sah terbanyak dari partai politik yang sama. “Dapil dua di Kabupaten Paser ini berbatasan langsung dengan tiga dapil lain di Kabupaten Paser. Untuk itu kami kembali memperhatikan dari hasil pemilu terakhir pada dapil yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dan memiliki perolehan suara sah terbanyak dari partai politik yang sama,” terangnya.

Berdasarkan ketentuan itu, maka KPU Paser merujuk pada dapil 1. Dikarenakan dapil 1 memiliki jumlah penduduk terbanyak dan partai yang bersangkutan (PKB) memiliki perolehan suara sah terbanyak di dapil 1 dibandingkan dengan perolehan suara sah di dapil lainnya. “Calon PAW sesuai dalam aturan kami lakukan verifikasi di dapil 1. Karena memang di dapil 2 tidak terdapat calon PAW yang memenuhi syarat,” ungkapnya.

Proses PAW sempat terhenti sebab sempat terjadi penolakan dari salah satu calon PAW di dapil 2 sehingga KPU harus menunggu keputusan Mahkamah Partai yang bersangkutan. “Sempat ada penolakan dari salah satu calon PAW partai yang bersangkutan. Setelah ada ketetapan Mahkamah Partai, maka calon PAW yang menolak tersebut memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan gugatan ke pengadilan,” jelasnya.

Saat KPU Paser sedang menunggu masa 14 hari tersebut yang bersangkutan tidak melakukan register penolakan ke pengadilan berkaitan dengan putusan Mahkamah Partai sehingga KPU harus melanjutkan tahapan proses PAW dengan melaksanakan kembali verifikasi dan klarifikasi pada calon PAW selanjutnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini