by

Tragedi Muara Rapak Kembali Terjadi, Banyak Korban Pekerja Proyek Kilang Pertamina

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Tragedi kecelakaan lalulintas (lakalantas) sangat mengerikan kembali terjadi diturunan simpangan traffick light (TL) atau lampu merah Plaza Rapak, Jalan Soekarno-Hatta, pada Jumat (21/1/2022) sekira pukul 06.00 wita. Lakalantas akibat sebuah truk kontainer berwarna merah jenis Nissan Diesel KT-8534-AJ yang melaju cukup kencang mengalami rem blong di turunan Muara Rapak sehingga menabrak puluhan mobil  dan motor yang sedang berhenti di lampu merah.

Laporan sementara dari beberapa saksi mata saat kejadian jumlah korban meninggal 4 orang, luka berat dan luka ringan kurang lebih 22 orang, serta 5 mobil dan 14 motor ringsek. “Kejadian sekitar pukul 06.00 wita mas. Truknya memang laju. Mungkin remnya blong,” kata Ridwan salah satu saksi mata kepada media ini di TKP

Ia menuturkan banyak pekerja proyek perluasan kilang Balikpapan atau Refinery Development Master Plan (RDMP) yang menjadi korban saat berhenti di lampu merah. “Para pekerja RDMP ini mau bekerja shift pagi. Kasianya banyak yang meninggal,” ujar Ridwan yang akan berangkat berjualan.

Saat ini sang sopir berinisial MA (48) warga Telaga Sari, Balikpapan Kota telah diamankan di Mapolres Balikpapan guna dimintai keterangan oleh kepolisian terkait lakalantas tersebut. MA bisa diancam penjara 5 tahun sesuai Pasal 359 KUHP yaitu kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia.

MABES POLRI TURUN TANGAN

Di tempat terpisah Mabes Polri melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) bergerak cepat untuk mendalami serta mengusut penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan beruntun di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), yang melibatkan satu unit truk tronton dengan beberapa kendaraan roda empat dan dua. “Mabes Polri akan turunkan tim traffic accident analisis (TAA) Korlantas Polri ke TKP,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Menurut Dedi, tim itu nantinya akan memastikan penyebab utama dari terjadinya peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia itu. “Untuk back up proses pembuktian secara ilmiah penyebab kecelakaan menonjol tersebut yang mengakibatkan saat ini 4 orang meninggal dunia dan 22 orang luka-luka,” ujar Dedi.

Sejauh ini, kata Dedi, berdasarkan keterangan dari supir truk tronton tersebut, kendaraan yang dikendarainya mengalami rem blong saat melintas di lampu merah Muara Rapak. “Keterangan supir truk tronton pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong,” ucap Dedi. Pasca-kejadian itu kepolisian saat ini melakukan evakuasi terhadap para korban, berkoordinasi dengan BNPB dan dinas terkait, melakukan evakuasi kendaraan, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan pendataan korban di rumah sakit.

Sebenarnya sudah ada upaya dari Pemerintah Kota Balikpapan untuk meminimalisasi lakalantas di turunan Muara Rapak ini seperti membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 60 tahun 2016 yang mengatur jam operasional kendaraan angkutan alat berat di Balikpapan. Yaitu Untuk kendaraan angkutan peti kemas 20 feet atau truk tronton dilarang melintas di jalan protokol dalam kota, pada 06.30 Wita hingga 09.00 Wita dan 15.00 Wita hingga 18.00 Wita.

Sementara kendaraan angkutan peti kemas 40 feet, trailer, pengangkut alat berat maupun kendaraan muatan yang mempunyai panjang melebihi 12,000 milimeter dilarang melintas dari 06.00 Wita hingga 21.00 Wita.

Selain itu, ada rencana untuk membangun flyover atau jalan layang di kawasan tersebut yang akan dianggarkan lewat APBD Provinsi Kaltim.  Wacana pembangunan flyover Muara Rapak ini telah direncanakan sejak 2010 silam. Melalui Kajian penataan simpang Muara Rapak oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Balikpapan.

Kemudian ditindaklanjuti pada 2013, melalui penyusunan DED oleh Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) dengan estimasi anggaran pembangunan sebesar Rp 214,7 miliar untuk desain 2 jalur 4 lajur sepanjang 550 meter. Namun, pada 2020, dilakukan review yang mengubah desain jalan layang dari 4 lajur menjadi 2 lajur, sehingga rencana kebutuhan anggaran berkurang menjadi Rp 185 miliar.(net/sb-01/sb-02)

DATA SEMENTARA:

  • Kejadian Pukul 06.15 wita
  • Penyebab Truk Rem Blong
  • Korban Meninggal 4 Orang
  • Korban Luka-Luka 22 Orang
  • Mobil Ringsek 5 Buah
  • Sepeda Motor Ringsek 14 Buah

Sumber : Berbagai Saksi Mata di TKP

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini