by

Uniba Jalin Kerjasama dengan KPK, Siapkan Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Universitas Balikpapan (Uniba) melakukan audiensi dan koordinasi dengan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  di Conference Room Kampus Uniba, Senin (22/2/2021) pagi. Pertemuan yang membahas tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tersebut dihadiri Ketua Pembina Yapenti-DWK Dr Rendi Susiswo Ismail, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana dan jajaran rektorat beserta dosen Uniba.

“Saya kira ini awal yang baik bagi Uniba untuk bersinergi dengan KPK dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dalam sambutanya.

Untuk itu, dirinya menyambut kehadiran pimpinan KPK di Uniba. “Jadi intinya Uniba mendukung komitmen dalam pemberantasan korupsi di negara ini. Makanya saya setuju seperti ada perguruan tinggi di Jawa apabila alumninya terlibat korupsi maka kesarjanaanya dicopot. Semoga pertemuan kali ini bermanfaat dalam pencegahan korupsi terutama di dunia pendidikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yapenti-DWK Dr Rendi Susiswo Ismail mengaku, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango sudah tidak asing bagi warga Balikpapan.

“Pak Nawawi sudah tidak asing bagi warga Balikpapan. Beliau merupakan salah satu putra terbaik dari Indonesia Timur, beliau kalau ke Balikpapan seperti bernostagia,” kata Rendi.

Kedepan kata Rendi, Uniba akan berupaya memberikan dukungan terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi sebab korupsi itu lebih sadis dari teroris. Untuk itu, pencegahan dan penangangan harus secara sistematis dan peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan korupsi ini.

“Nanti kedepan Uniba akan mata kuliah anti korupsi. Kami akan bahas berapa SKS, siapa dosenya makanya kami akan berkoordinasi dengan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK terkait mata kuliah anti korupsi bagi mahasiswa,” ujar Rendi.

“Semoga ada mahasiswa Uniba yang menjadi aktivis korupsi dan menjadi pimpinan KPK. Makanya kami akan melakukan penandatangan komitmen penanganan korupsi dengan KPK,” kata Rendi.

Pimpinan KPK Nawawi Pomolango dalam sambutanya memberikan apresiasi terhadap infrastruktur yang ada di Uniba berupak kantor rektorat dan gedung perkuliahan.

“Kalau dibandingkan tahun 2002 dan 2021 perbedaannya sangat jauh. Saat ini gedung-gedung Uniba sangat mewah. Kalau dulu saya waktu kuliah di Uniba kalau hujan saat kuliah malam langsung bubar karena bangunannya tidak ada atap. Apalagi waktu itu sering mati lampu. Pokoknya Uniba maju pesat,” ujar Nawawi.

Untuk itu, Nawawi mengucapkan selamat atas pencapaian Uniba dalam berbagai prestasi akademik maupun non akademik, termasuk pencapaian akreditasi B perguruan tinggi.

“Kami mendukung apabila Uniba menyiapkan mata kuliah pendidikan anti korupsi  bagi mahasiswa. Pendidikan anti korupsi itu  sangat penting untuk menimbulkan kesadaran agar tidak melakukan korupsi sebab korupsi itu sangat membunuh. Makanya kami sangat mendukung apabila Uniba melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan KPK terkait mata kuliah pendidikan anti korupsi ini bagi mahasiswa,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana memberikan kuliah singkat tentang Pendidikan Antikorupsi untuk Pemberantasan Korupsi.(rls/sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini