by

Ustaz Rosyidi Siap Pimpin PCNU Kota Balikpapan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Jabatan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Balikpapan yang saat ini dijabat KH Mukhlasin akan berakhir tahun depan. Informasi yang beredar KH Mukhlasin tidak akan mencalonkan lagi, sebab telah dua periode menduduki jabatan tersebut.

KH Mukhlasin rencananya akan menyerahkan jabatannya kepada generasi muda sebab akan fokus mengurus  Pondok Pesantren (Ponpes) Al Izzah miliknya. Untuk pencalonan dan pemilihan Ketua PCNU Balikpapan, menurut KH Mukhlasin semuanya dikembalikan kepada mekanisme organisasi NU. “Ya nanti kita lihat saja perkembangannya seperti apa, kan pelaksanaan Konfercab NU Kota Balikpapan masih lama yakni tahun depan (2022),” kata KH Mukhlasin, kepada media ini, lewat ponselnya, pada Rabu (2/6/2021).

Sementara itu, A’wan PCNU yang juga Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Balikpapan, Ustaz Ahmad Rosyidi (UAR) berharap agar KH Mukhlasin masih bersedia memimpin PCNU Kota Balikpapan sebab pengabdian dan pemikiran beliau masih dibutuhkan. “Tapi apabila KH Mukhlasin tidak berkenan untuk dicalonkan kembali karena ingin regenerasi dan ingin fokus pada pesantren miliknya, saya kira itu adalah hak dari beliau,” kata UAR.

Ketika ditanya apakah UAR bersedia dicalonkan sebagai Ketua PCNU Kota Balikpapan, ia mengatakan, organisasi NU memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dan menurutnya masih banyak kader NU Balikpapan yang mumpuni.  “Tapi apabila saya diminta, selama memenuhi mekanisme serta mendapat dukungan penuh, maka sebagai kader militan NU saya harus siap melaksanakan program NU di segala bidang. Apalagi Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang IKN harus dirasakan eksistensi dan manfaatnya untuk ummat,” kata Rosyidi.

Rosyidi menambahkan, salah-satu gurunya KH Dr Afifuddin Muhajir MAg yang merupakan Pengurus Besar (PB) NU mengatakan, “NU itu organisasi sakral, jika tak mampu berbuat lebih baik tidak usah jadi pengurus,” ujar anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 tersebut.

Sekadar diketahui UAR merupakan salah-satu santri dari (Alm) Hadratussyaikh KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo, Sang pengantar tongkat & tasbihnya Syaichona Cholil Bangkalan pada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari Jombang sebagai tonggak mediator tunggal berdirinya NU tahun 1926. UAR juga pernah menjadi santri di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo selama 7 tahun.

Selain itu, UAR juga salah-satu santri “Kinasih” (Alm) Hadratussyaikh KH Maimoen Zubair (Mbah Mun) selama 3 tahun. Mbah Mun merupakan Mustasyar PBNU Pusat pernah berkunjung ke Balikpapan saat Harlah NU digelar di Gedung Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC) Dome. Beliau sangat senang melihat NU Balikpapan sebagai NU Nasional.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini