by

Yenni Eviliana Sosialisasi Perda Disabilitas di Desa Krayan Bahagia Kecamatan Long Ikis

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi PKB, Yenni Eviliana SE, melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, di Desa Krayan Bahagia, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, pada Minggu (17/10/2021). Dalam Sosper tersebut Yeni didampingi narasumber Akhmad Syaukani selaku Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Paser.

Yeni Eviliana mengatakan, sosialisasi perda ini sangat penting sebab penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainya. “Saat ini masih terdapat sarana dan fasilitas umum yang diperuntukkan kepada masyarakat, namun sangat sedikit sekali yang memperhatikan kebutuhan disabilitas,” ujarnya.

Yeni melanjutkan, saat ini masih banyaknya diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas, hal ini yang menjadi landasan utama terbitnya regulasi ini sehingga saat ini ditetapkan payung hukum tersebut dan menjadi kewajiban semua pihak untuk mengimplementasikannya.

Selain itu masih terdapat juga permasalahan lain, yakni berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja di perusahaan. Dalam perda tersebut menjadi satu kewajiban bagi perusahaan untuk bisa mengakomodir penyandang disabilitas.

“Mau bergerak di sektor pertambangan, perkebunan atau apa saja. Disebutkan dalam Perda ini, perusahaan harus melibatkan kaum disabilitas sebagai karyawan minimal satu persen dari jumlah pekerja yang ada,” tegasnya.

Usai melakukan Sosper kata Yeni, banyak warga yang meminta kepada dirinya untuk pengadaan sekolah inklusi mulai SD hingga SMA bagi anak-anak penyandang disabilitas, pengadaan rumah sakit jiwa dan lain-lain.

“Sosper sebelumnya sudah ada permintaan juga dari masyarakat terkait sekolah inklusi di tingkat SMP dan alhamdulilah dengan proses yang panjang Disdikbud Paser telah membuka satu sekolah inklusif, namun masyarakat maunya di setiap kecamatan ada minimal 1 sekolah,” ucapnya.

Dipilihnya perda tersebut dalam Sosper karena dirinya menginginkan setiap anak disabilitas bisa mendapatkan hak yang sama seperti anak-anak pada umumnya. “Kami fokus pada perda ini karena kami ingin anak-anak luar biasa ini bisa mendapatkan fasilitas dan haknya yang sama sehingga tidak ada diskriminasi,” akunya

Yenni menegaskan sesuai dengan pasal 9 dan 10 di dalam Perda disabilitas dijelaskan bahwa kaum disabilitas berhak mendapat Pendidikan pada semua jenjang pendidikan. “Kami berharap akan bertambah lagi sekolah inklusi di setiap kecamatan di Kabupaten Paser sebab tidak sedikit anak-anak disabilitas di Paser,” ucapnya.

Dengan adanya sosialisasi perda ini Yeni berharap masyarakat dapat mengetahui bahwa penyandang disabilitas perlu mendapat bantuan dari Pemerintah tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. “Dan tentunya apa yang di keluhkan masyarakat terkait kurangnya fasilitas sekolah bagi disabilitas serta fasilitas kesehatan di Paser dapat segera terpenuhi,” tutupnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini