DPRD Kaltim

Mimi Pane Sosper Tentang Pencegahan Narkoba di Sumber Rejo, Hadirkan Narasumber Kepala BNNK Balikpapan

231
×

Mimi Pane Sosper Tentang Pencegahan Narkoba di Sumber Rejo, Hadirkan Narasumber Kepala BNNK Balikpapan

Share this article
Anggota DPRD Kaltim, Mimi Pane (tengah) didampingi Kepala BNNK Balikpapan Risnoto, Lurah Sumber Rejo M Paing berfoto bersama peserta sosper sepakat memerangi narkoba

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim Nomor 07 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, di Jalan Binaraga RT 33 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Jumat (29/7/2022) pukul 14.00 wita. Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan Risnoto, Lurah Sumber Rejo M Paing, dengan moderator Iin Rahman.

Anggota DPRD Kaltim Mimi Pane dalam sambutanya mengatakan, sosialisasi perda pencegahan narkoba ini sangat penting. Sebab peredaran narkoba di masyarakat saat ini sangat mengkhawatirkan terutama kepada anak muda. “Saya selaku anggota dewan sangat prihatin terhadap peredaran narkoba. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mengawasi keluarga kita, anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dunia narkoba,” ujar istri anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah ini.

Mimi juga berpesan apabila ada keluarga atau saudara yang kecanduan narkoba agar dilakukan rehabilitasi. “Sekarang ini Kaltim sudah punya Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah di Samarinda. Para pecandu direhabilitasi gratis. Nah, saya berharap mudah-mudahan kita semua sehat dan terbebas narkoba sehingga tidak ada yang direhabilitasi lantaran kecanduan narkoba,” harap Mimi.

Hal senada diungkapkan Lurah Sumber Rejo M Paing, ia mengaku orang yang kecanduan narkoba sangat sulit disembuhkan. Untuk itu, Ia mengajak warga Sumber Rejo untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar agar terbebas dari narkoba. “Para pecandu narkoba ini tidak bisa disembuhkan, karena itu marilah kita sama-sama mengawasi agar Sumber Rejo terbebas dari narkoba. Lalu awasi juga HP anak-anak jangan sampai ada transaksi narkoba,” pinta Lurah M Paing.

Sementara itu, Kepala BNNK Balikpapan Risnoto mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. “Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba sebab tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mimi selaku anggota DPRD Kaltim yang telah memberikan kesempatan kepada BNN untuk ikut melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika ini,” kata Risnoto.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sangat rawan peredaran narkoba sebab mayoritas terdiri dari laut termasuk wilayah Kaltim dan Balikpapan khususnya. “Sekarang ini para bandar lebih banyak memilih wilayah laut sebagai tempat peredaran narkoba karena peredaran lewat udara (pesawat) mudah terdeteksi,” terangnya.

Ia mengatakan, narkoba ini telah menjadi bisnis karena harganya mahal hingga mencapai jutaan rupiah pergram. Sedangkan sasaran utama para pengedar narkoba ini adalah anak muda. Mereka sengaja merusak mental generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa. “Ya, targetnya anak muda, makanya sebagai orang tua harus ikut mengawasi anak-anaknya karena kalau sudah kecanduan narkoba agak sulit disembuhkan, hanya bisa direhabilitasi untuk dipulihkan,” katanya.

Risnoto menambahkan, peredaran narkoba di negeri ini semakin parah sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh masyarakat. “Dari beberapa pengedar yang berhasil ditangkap BNN dan aparat. Mereka mengaku Balikpapan akan dijadikan market (pasar) narkoba dengan sasaran anak-anak muda,” akunya.

Sekarang ini, kata Risnoto, mayoritas tahanan Rutan dan Lapas di Balikpapan sekitar 60 persen kasus narkoba yang banyak melibatkan anak muda dan ibu rumah tangga. Ia juga mengingatkan saat ini bukan hanya narkoba jenis sabu, ganja, hingga ekstasi yang sangat berbahaya tetapi ngelem juga berbahaya. “Berdasarkan penelitian BNN dan LIPI jumlah penyalahgunaan narkoba di Kaltim pada tahun 2014 menduduki ranking 2 secara nasional. Tapi alhamdulillah sekarang sudah turun menjadi ranking 23 dengan rata-rata pengguna adalah usia remaja 13 sampai 18 tahun,” terangnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar sama-sama mengawasi keluarga dan anak-anak agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba karena efeknya sangat parah bagi Kesehatan. “Kalau sudah kecanduan narkoba. Orangnya seperti beleng-beleng (gila) karena terlalu banyak menghayal. Jadi marilah kita sama-sama mengawasi. Kalau di lingkungan bapak-bapak dan ibu-ibu dicurigai ada peredaran narkoba silakan lapor kepada aparat terdekat atau langsung ke BNN,” pinta Risnoto.

Pada sesi tanya jawab anggota DPRD Kaltim Mimi Pane dan Kepala BNNK Balikpapan Risnoto menjawab tuntas seluruh pertanyaan dari peserta sosper.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *