by

Gelar Sosper, Yenni Minta Pemprov Beri Perhatian Serius terhadap Anak Penyandang Disabilitas

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi PKB, Yenni Eviliana SE, melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, di Aula Makodim 0904 Paser, pada Minggu (27/6/2021).

Dalam Sosper tersebut, Yeni didampingi narasumber Ida Aprianingsi dan Lisa Asriani selaku orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Selain itu, hadir pula Ketua Bhayangkari Polres Paser, perwakilan Kodim 0904 Paser, Ketua Persit KCK Cabang XVII Dim 0904 Paser, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak serta Yayasan Rumah Istimewa Paser (RISPA).

Anggota DPRD Kaltim Yenni Eviliana mengatakan, perda ini dibuat untuk melindungi penyandang disabilitas dari penelantaran, eksploitasi, pelecehan, serta segala tindakan diskriminatif maupun pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). “Pada intinya penyandang disabilitas itu mempunyai hak yang sama dengan yang normal, saat ini masih banyak sekali penyandang disabilitas yang masih mengalami diskriminasi, ” akunya.

Menurutnya, Sosper  kali ini digelar di Aula Makodim 0904 Paser yang diharapkan instansi terkait dapat membantu ABK dan Yayasan RISPA. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran  Ibu Kapolres  dan Ibu Dandim yang membuka pintu selebar-lebarnya untuk bekerja sama dengan Yayasan RISPA,” akunya.

Sesuai penjelasan orang tua ABK, kata Yenni,  mereka selalu berjuang agar anak-anaknya dapat hidup mandiri dalam kehidupan sehari-hari agar tidak pernah patah semangat. “Menurut ibu-ibu ABK dari Yayasan RISPA bahwa mereka sangat khawatir apabila orang tua dari anak-anak nya tersebut sudah tidak ada?. siapa lagi yang memberikan perhatian maupun membimbing mereka,” ujarnya.

Mengenai Sekolah Luar Biasa (SLB) kata Yenni, sebenarnya kewajiban Pemprov Kaltim tetapi pihaknya akan berupaya membenahi SLB yang ada di Kabupaten Paser agar para ABK ini bisa mendapat perhatian lebih. “Kami akan berusaha membenahi secara bertahap apa yang menjadi kebutuhan SLB ini kedepannya, terutama yang ada di Kabupaten Paser karena sangat dibutuhkan oleh ABK,” akunya.

Yenni mengaku, pihak Disdikbud dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak menyambut baik adanya Sosper ini. “Untuk itu, Saya berharap ada sosialisasi  atau seminar dari pemerintah terkait permasalahan ABK ini guna membuka lebar-lebar wawasan supaya orang tua tidak malu dan menutup diri terhadap anak penyandang disabilitas yang perlu mendapat perhatian khusus,” pungkasnya.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini