by

Peringati HUT Ke-48, PDI Perjuangan Balikpapan Tanam Pohon di Bantaran Sungai

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Jajaran DPC PDI Perjuangan Balikpapan melakukan penanaman pohon di kawasan sungai Taman Damai III Balikpapan, Minggu (10/1/2020) pagi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan Thohari Aziz mengatakan, pada peringatan HUT ke-48 PDI Perjuangan yang jatuh pada tanggal 10 Januari 2021, partainya mengusung  isu lingkungan. Salah satunya fokus utamanya adalah soal kebersihan sungai.

“Tema HUT PDIP tahun ini adalah “Cinta Ciliwung Bersih”. Mengapa Ciliwung adalah sungai yang membentang dari Bogor hingga ke Jakarta dan itu melewati banyak daerah yang menjadi spririt bagi seluruh bangsa Indonesia.,” kata Thohari kepada awak media, usai melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Damai III, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih ini menegaskan,  sesuai pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri bahwasanya merawat sungai itu sangat penting. Pertama untuk menjaga peradaban, sebab bangsa Indonesia berangkat dari semangat air bersih. Karena sungai selain sebagai sumber air bersih juga untuk menjaga ekosistem serta menjaga kelestarian lingkungan agar tidak banjir.

“Makanya bantaran-bantaran sungai ini harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya dengan melakukan penanaman pohon, karena pohon selain menjaga ekosistem juga sebagai tabungan air sehingga DPC PDI Perjuangan dalam  memperingati HUT ke-48 serentak melakukan penanaman pohon,” ujar Thohari.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, acara kegiatan HUT PDI Perjuangan tahun ini dipusatkan di sepanjang Sungai Ciliwung. Namun, kegiatan sejenis juga dilaksanakan oleh kader partai di seluruh Indonesia, di sungai apapun yang terdekat ke kehidupannya masing-masing.

“Mengapa sungai? Bicara sungai maka sebenarnya berbicara soal peradaban manusia. Sebab sungai membawa air dan nutrisi ke area di seluruh bumi,” ujar Hasto.

Hasto juga menuturkan, jangan hanya membayangkan sebagai saluran drainase. Tapi sebagai sebuah habitat, yang menyediakan habitat dan makanan yang sangat baik bagi banyak organisme di bumi.

“Banyak tumbuhan, bebek, ikan, yang akhirnya dikonsumsi oleh manusia yang akhirnya mampu membangun peradaban,” katanya.

Maka ketika sungai tercemar, semua makhluk hidup yang terkaitnya, juga kehidupan sekitarnya, akan tercemar. Beras yang kita makan di kota, bisa jadi adalah dari padi yang ditanam di wilayah diairi sungai tercemar merkuri, misalnya.

“Sehingga membiarkan sungai tercemar, sama saja mengancam peradaban manusianya,” ungkapnya.

Laporan dari berbagai lembaga resmi pemerintahan dan swadaya masyarakat, setiap tahun ratusan ribu anak Indonesia menjadi korban pencemaran sungai di Indonesia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun lalu saja menyebut 98 persen sungai yang ada di Indonesia telah tercemar.

Kondisi parah terjadi di sungai-sungai yang ada di Pulau Jawa. Bahkan, yang paling parah adalah Sungai Citarum. Namun sungai-sungai lainnya juga tercemar. Seperti Sungai Kapuas, Sungai Brantas, Sungai Bengawan Solo, Sungai Ciliwung, Cisadane, dan Sungai Siak.

“Kalau kita membiarkan ini, maka sama saja pembunuhan masa depan generasi kita. Sama saja kita membiarkan peradaban Indonesia segera mati justru karena kita tak memelihara sungai dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Menurutnya, PDIP menyadari sepenuhnya bahwa politik bukan sebatas pertarungan politik di Pemilu maupun Pilkada. Namun, bagaimana mengelola kekuasaan yang membumi demi kesejahteraan rakyat dan Indonesia Raya.

Sebab, kata Hasto, politik harus bisa mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, santun dan penuh tanggungjawab, termasuk lingkungan hidupnya. Untuk mewujudkannya, partai politik tak bisa bergerak sendiri. Tapi sebaliknya justru harus melibatkan peran serta rakyat itu sendiri. Maka peran partai politik adalah juga mengorganisasi serta menggerakkan rakyat.

“Agar rakyat bergerak, maka harus dimulai dengan sebuah kesadaran bersama. Pada konteks inilah maka PDIP takkan berhenti dan akan terus menerus menyuarakan lewat Gerakan Merawat Bumi,” ungkapnya.

Ikut serta dalam penanaman pohon pengurus dan kader PDI Perjuangan Balikpapan serta anggota Fraksi PDI Perjuangan Balikpapan Budiono, H Haris, Wiranata Oey, Muhammad Najib, Yohanis Patiung, Fadlianoor , Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Tommy Alfianto, LPM dan Kelurahan Gunung Bahagia serta Kecamatan Balikpapan Selatan.(sb/02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini