Kota Balikpapan

Pipa Migas Terancam Aktivitas Tambang Batubara, SKK Migas Susun Regulasi Pengamanan

70
×

Pipa Migas Terancam Aktivitas Tambang Batubara, SKK Migas Susun Regulasi Pengamanan

Share this article
Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris memaparkan kepada awak media soal pengamanan pipa migas dari ancaman tambang batubara

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Dengan meningkatnya kegiatan pertambangan batubara di Kaltim, Satuan Kerja Kontraktor (SKK) Migas menyusun regulasi untuk mengamankan jaringan pipa migas. Hal itu dilakukan agar distribusi migas yang sudah ada tidak terganggu dengan kegiatan pertambangan batubara, terutama di sekitar pipa jaringan migas. Di mana lokasi konsesi pertambangan sangat berdekatan dengan area pipa minyak.

Kepala SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) Azhari Idris menyebutkan untuk Kaltim terdapat di Kecamatan Muara Badak dan Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara. Khususnya lokasi kerja Pertamina EP yang kebanyakan areanya di sisi daratan. Di sisi lain, kabupaten ini juga terkenal dengan kegiatan tambang batu baranya.

“Memang banyak persinggungan kita dengan teman-teman yang beroperasi di batubara. Selama ini kita sudah bangun komunikasi yang bagus dan mereka sudah paham. Karena pada aspek risiko terhadap jalur pipa gas yang tersebar di mana-mana,” ujarnya kepada wartawan, Senin (19/12/2022).

Menurut Azhari, kondisi ini terkait dengan peningkatan volume kegiatan tambang batu bara. Apalagi harga batubara dunia semakin menguat. Sementara di sisi lain pihak SKK Migas juga perlu melakukan perlindungan terhadap area operasionalnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihak SKK Migas bersama perusahaan konsesi tambang batubara sudah mencapai kesepakatan. Yakni melalui perjanjian pemanfaatan lahan bersama (PPLB). Perjanjian ini mengatur soal aktivitas tambang batu bara yang tidak boleh mengganggu jaringan pipa migas.

“Yang jelas pipa gas kita sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Karena ini lagi harga tinggi tingginya mungkin kawan-kawan penambang batu bara ingin cepat menggali dan menjualnya. Nah itu mereka harus menjauhi minimal 100 meter,” jelasnya.

Saat ini, tambah Azhari, ada 14 perusahaan tambang yang mengikat PPLB bersama SKK Migas. Isi perjanjian terutama terkait aktivitas truk pengangkut batu bara. Agar tidak sampai menimbulkan kerusakan pada jaringan pipa migas bawah tanah. Karena kalau terjadi tekanan pada pipa tentu bisa menimbulkan dampak ledakan (explosive). Hal itu bukan saja merugikan Pertamina namun juga masyarakat di sekitar area operasional.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *