DPRD Balikpapan

Reses Simon Sulean, Warga Sungai Nangka Balikpapan Sampaikan Usulan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

119
×

Reses Simon Sulean, Warga Sungai Nangka Balikpapan Sampaikan Usulan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Share this article
Dalam reses di Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, anggota DPRD Kota Balikpapan Simon Sulean menampung aspirasi warga terkait kebutuhan air bersih, drainase, penerangan jalan, hingga pembangunan Posyandu.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Kebutuhan dasar warga kembali menjadi sorotan utama dalam kegiatan Serap Aspirasi (Reses) anggota DPRD Kota Balikpapan Simon Sulean. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Marsma Iswahyudi (Gunung Bakaran), Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, pada Selasa (21/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh Lurah Sungai Nangka, sejumlah Ketua RT, serta warga sekitar yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi terkait infrastruktur dan fasilitas publik di wilayah mereka.
Sepanjang kegiatan reses, mayoritas warga menyoroti persoalan air bersih PDAM, drainase yang rusak, minimnya penerangan jalan umum (PJU), hingga permintaan pembangunan pagar pengaman di titik-titik rawan kecelakaan.
Salah satu warga, Rosita, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi drainase jebol di perbatasan RT 03 dan RT 01. Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tersebut bisa mengancam jembatan utama yang menjadi akses satu-satunya warga untuk melintas.
“Mohon dibuatkan pagar pengaman di jalan belakang Pabrik Udang. Sudah ada warga yang jatuh karena tidak ada pembatas,” keluh Rosita.
Ia juga meminta agar Posyandu diberi pagar pengaman karena sering dimasuki anak-anak sehingga fasilitasnya kerap dirusak.
Ketua RT 46, Ishak, menambahkan sejumlah usulan, seperti pembangunan pagar Posyandu, penambahan toilet dan meteran listrik, serta percepatan penyambungan air PDAM yang hingga kini belum mengalir meski pipa induk sudah terpasang. Ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan di beberapa titik.
Sementara itu, Ketua RT 04, Sugeng, meminta agar pembangunan Posyandu berdiri terpisah, tidak digabung dengan RT lain. Ia juga menekankan pentingnya percepatan pemasangan PJU serta penyelesaian proyek drainase sepanjang 70 meter di dekat Masjid Hidayatullah yang baru terealisasi separuh.
Selain masalah fisik, sejumlah warga juga meminta kejelasan status lahan tempat tinggal, khususnya bagi mereka yang bermukim di kawasan Gunung Bakaran.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Simon Sulen menegaskan bahwa seluruh usulan telah dijawab langsung oleh Lurah Sungai Nangka.
Menurutnya, pemasangan PJU sudah mulai direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun ini, meski pelaksanaannya belum bisa dilakukan secara serentak karena keterbatasan anggaran dan banyaknya wilayah RT yang membutuhkan.
“Pemasangan PJU sudah diusulkan dan sebagian mulai dipasang lewat anggaran perubahan. Namun penyelesaiannya dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran,” ujar Simon.
Untuk usulan perbaikan drainase dan pembangunan Posyandu, Simon memastikan telah masuk dalam rencana anggaran 2026 dan akan dieksekusi secara bertahap. Ia juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan Diskominfo guna menghadirkan wifi gratis di Posyandu.
Namun, ia menegaskan bahwa proses pembangunan fasilitas publik sangat bergantung pada kejelasan status lahan. Pemerintah tidak dapat membangun di atas tanah yang belum memiliki alas hak atau belum dihibahkan secara resmi.
“Kalau lahannya sudah jelas, prioritas pembangunan seperti Posyandu dan fasilitas publik lainnya bisa segera kami dorong,” jelasnya.
Terkait proyek semenisasi jalan di RT 01, Simon mengungkapkan bahwa pengerjaan akan dilakukan melalui anggaran perubahan tahun ini dan diharapkan segera terlaksana.
“Selain disemenisasi, saya juga akan perjuangkan agar jalan tersebut bisa diaspal supaya kualitasnya lebih tahan lama,” pungkas Simon.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *