DPRD Kaltim

Sosialisasi Wasbang di Sepinggan Raya, Yusuf Mustafa : Warga Balikpapan Berbeda-beda Suku Tapi Hidup Rukun

65
×

Sosialisasi Wasbang di Sepinggan Raya, Yusuf Mustafa : Warga Balikpapan Berbeda-beda Suku Tapi Hidup Rukun

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa berfoto bersama peserta Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, di RT 23 Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Minggu (18/12/2022) pukul 16.00 wita.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH MH, dari Fraksi Partai Golkar, melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di RT 23 Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Minggu (18/12/2022) pukul 16.00 wita.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber H Nurdin Ismail, Ketua LPM Sepinggan Raya Rusli dengan moderator Drs H Sutarno.

Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika. “Jadi sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” kata suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini.

Selain itu, menurut Yusuf, wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dengan beragam suku, agama dan golongan agar hidup rukun. “Saya apresiasi warga Balikpapan walaupun berbeda-beda suku agama, dan golongan, tapi hidup rukun dan harmonis,” ujar Yusuf.

Ia juga berterima kasih kepada warga yang cukup antusias mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan sebab berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti kehidupan bertetangga yang harus hidup rukun dan saling menghormati.

Sementara itu, narasumber H Nurdin Ismail yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan Selatan menjelaskan wawasan kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. “Wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa,” kata Nurdin.

Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Nurdin, diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. “Jadi secara khusus meredam berkembangnya primordialisme kesukuan, kedaerahan serta mencegah disintegrasi bangsa,” ujar Nurdin.

Ia berharap kedepan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong-royong. “Alhamdulillah sampai saat ini walaupun jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai kurang lebih 270 juta dengan beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong,” pungkas Nurdin.

Ia mengatakan sebenarnya wawasan kebangsaan sudah pernah diberikan saat waktu SD melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) serta melalui penataran P4(Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Eka Prasetya Pancakarsa. “Manfaatnya PMP dan P4 ini sangat besar sebab kita diajari tentang saling menghormati terkhusus kepada orang yang lebih tua maupun dalam kehidupan bertetangga. Begitu juga dalam kehidupan beragama, budaya, golongan serta adat-istiadat,” ujar Nurdin.

Disela-sela sosialisasi anggota DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa bersama narasumber H Nurdin Ismail mencoba kemampuan para peserta sosialisasi untuk menghafal sila-sila dalam Pancasila. Bagi peserta yang bisa menghafal dengan benar diberikan hadiah berupa sembako. Diakhir sosialisasi dilakukan sesi tanya jawab singkat terkait Wawasan Kebangsaan. Semua pertanyaan dijawab dengan lugas oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa bersama narasumber H Nurdin Ismail.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *