by

Suwanto Dukung Pasar Tradisional di Balikpapan Sesuai SNI

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Komisi II DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan untuk mengsinkronkan visi dan misi wali kota terpilih tahun 2021-2026, di ruang komisi II pada Rabu (19/5/2021).

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Suwanto mengatakan, pihaknya mendukung rencana Disdag untuk melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional di Balikpapan agar sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia (SNI). “Saya rasa ini terobosan yang sangat bagus dari pemerintah kota untuk membuat pasar-pasar tradisional di Balikpapan agar lebih baik dan nyaman dikunjungi sedbab sesuai dengan SNI,” kata Suwanto, kepada media ini, usai RDP dengan Disdag.

Ia berharap rencana tersebut segera terwujud sebab dari 11 pasar tradisional di Balikpapan, belum ada satupun yang sesuai SNI. “Kita harus memiliki pasar yang dikelola secara modern agar nantinya kita tidak kalah bersaing dengan pasar modern di daerah lain. Tapi jangan lupa yang terpenting adalah pengawasan, serta sarana dan prasarana pendukung pasar perlu ditingkatkan lagi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disdag Arzaedi Rahman dalam RDP tersebut memaparkan tentang program kerja Disdag sesuai dengan RPJMD 2021-2026 yakni mewujudkan infrastruktur yang memadai, nyaman dihuni dan berwawasan lingkungan serta mengembangkan ekonomi kerakyatan yang kreatif. “Tiga misi Disdag inilah yang akan disinkronisasikan untuk mendukung RPJMD Wali Kota Balikpapan terpilih,” kata Arzaedi.

Ia juga mengaku akan melakukan revitalisasi pasar rakyat sesuai SNI. “Untuk tahap pertama kami akan menata Pasar Klandasan dan Pasar Balikpapan Permai agar sesuai SNI,”terangnya. Ia menambahkan, pasar ber-SNI ini di lengkapi dengan ruangan khusus penitipan anak, tempat bermain anak, tempat ibu menyusui, tempat orang berkebutuhan khusus dan lainya. “Di Kalimantan baru satu pasar ber-SNI yakni di Pontianak. Sedangkan pembangunan pasar ber-SNI ini membutuhkan anggaran sekira Rp10 sampai Rp20 miliar untuk satu lantai,” akunya.(sb-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini