by

Bagus Susetyo Gelar Sosper Pencegahan Narkoba di Kariangau, Hadirkan Narasumber Kepala BNN Balikpapan

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Ir H Bagus Susetyo, MM melakukan sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim Nomor 07 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dengan menerapkan protokol Kesehatan (prokes) di Aula Kantor Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Sabtu (13/11/2021) pukul 10.00 wita.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan Risnoto SH MH, Lurah Kariangau M Iskandar,serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kariangau.

Anggota DPRD Kaltim Bagus Susetyo menjelaskan, Perda Provinsi Kaltim Nomor 07 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat. “Narkoba ini penting disosialisasikan kepada orang tua. Apa sih narkoba. Lalu apa efek negatif kalau anak-anak kita mengonsumsi narkoba,” ujar Bagus Susetyo kepada awak media usai sosialisasi.

Untuk itu, kata Bagus, orang tua harus membangun komunikasi dengan anak-anak. Jangan sampai membiarkan mereka berdiam di kamar. Siapa tau mereka telah mengonsumsi narkoba. “Bukanya menakut-nakuti. Tapi berikan wawasan, berikan pemahaman bahwa narkoba ini berbahaya dan harus diberantas. Jadi kalau ada di sekitar kita dicurigai terlibat narkoba segera dilaporkan kepada aparat. Anak-anak itu harus diperkuat pendidikan agama karena itu yang terpenting,” akunya.

Mengenai dipilihnya Kariangau sebagai tempat sosialisasi narkoba, menurut Bagus, dari informasi yang disampaikan apparat keamanan dan masyarakat ternyata peredaran narkoba di wilayah Kariangau begitu massif sebab berdekatan dengan jalur transportasi laut.

“Jadi bukan rahasia umum lagi jalur transportasi seperti pelabuhan laut rawan peredaran narkoba sebab aktivitas loading barang di pelabuhan pada malam hari. Bahkan yang parah di Samarinda justru peredaran terjadi di Lapas. Makanya kami dari DPRD dan aparat keamanan berusaha mencegah agar narkoba ini jangan sampai masuk ke wilayah kita,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan Risnoto SH MH mengakui peredaran narkoba di negara kita cukup parah. Bahkan Presiden Jokowi sempat mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. “Narkoba ini memang cukup mahal sehingga sampai ada yang mengendalikan dari Lapas seperti dikatakan Pak Bagus tadi,” ujar Risnoto.

Diakui Risnoto pemberantasan narkoba pada dua tahun terakhir pihaknya sangat berhati-hati sebab dalam kondisi pandemi Covid-19. “Saat pandemi kami sangat berhati-hati menindak pelaku yang terlibat penyalahgunaan narkoba karena khawatir telah terpapar Covid. Tapi saat ini kami gencar lagi sebab penyebaran covid mulai melandai,” terangnya.

Secara geografis, kata Risnoto, wilayah Kaltim terutama Balikpapan rawan peredaran narkoba karena daerah maritim yang memiliki pintu masuk lewat pelabuhan laut. Terutama Balikpapan Barat cukup terkenal di wilayah Gunung Bugis. “Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat agar melaporkan kepada aparat apabila ada oknum yang dicurigai sebagai pengedar narkoba demi masa depan anak-anak kita,” pinta Risnoto.  

Pada kesempatan tersebut Risnoto juga menjelaskan sanksi terhadap pengedar narkoba serta pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Pada sesi tanya jawab anggota DPRD Kaltim Bagus Susetyo dan Kepala BNN Balikpapan Risnoto menjawab tuntas pertanyaan yang disampaikan peserta sosper.(sb-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita terkini