DPRD Kaltim

Baharuddin Demmu Desak Pengelolaan SDA Kaltim yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

76
×

Baharuddin Demmu Desak Pengelolaan SDA Kaltim yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu

SAMARINDA,suarabalikpapan.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi PAN, Baharuddin Demmu, menyoroti pengelolaan sumber daya alam (SDA) di daerah yang dinilai belum optimal dan kerap mengabaikan aspek lingkungan.
Sebagai wilayah yang kaya akan hasil bumi, Kaltim seharusnya mampu mengelola potensi alam tersebut demi kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Banyak perusahaan, baik besar maupun kecil, hanya mengeksploitasi SDA tanpa tanggung jawab terhadap dampaknya. Ini merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegas Baharuddin saat diwawancarai
Politisi asal Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara ini juga menilai lemahnya pengawasan dan kurang transparannya pemberian izin eksplorasi sebagai akar masalah utama.
Ia mencontohkan praktik perusahaan tambang yang meninggalkan lubang bekas eksploitasi tanpa upaya pemulihan yang memadai. Akibatnya, kerusakan lingkungan jangka panjang tak terhindarkan.
“Pemulihan lahan pasca-tambang nyaris tidak dilakukan. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kurangnya sanksi terhadap perusahaan nakal,” katanya.
Meskipun perizinan tambang saat ini di bawah kewenangan pemerintah pusat, Baharuddin menekankan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam mengawasi implementasi kebijakan di lapangan.
Ia mendesak agar ada koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Jangan hanya mengeruk, tapi juga harus ada komitmen menjaga lingkungan dan menjamin manfaatnya untuk rakyat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Baharuddin mendorong adanya kebijakan insentif bagi perusahaan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan, serta sanksi tegas bagi pelanggar.
“Kita perlu memberi penghargaan bagi pelaku usaha yang peduli lingkungan, bukan hanya menghukum yang melanggar,” ujarnya.
Selain dampak lingkungan, Baharuddin juga mengkritisi ketimpangan dalam distribusi manfaat SDA. Menurutnya, kekayaan alam Kaltim selama ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
“Apa yang didapat masyarakat Kaltim? Kalau ada, hanya sebagian kecil. Buktinya, kemiskinan masih jadi masalah serius di daerah ini,” tutur legislator yang dikenal vokal ini.
Tak hanya pemerintah dan perusahaan, masyarakat juga diminta ikut aktif menjaga keseimbangan ekosistem melalui perilaku yang lebih ramah lingkungan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau korporasi. Masyarakat juga harus ambil bagian dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *