DPRD Kaltim

Mimi Pane Sosialisasi Wasbang di Sumber Rejo, Warga Diminta Hindari Paham Radikalisme dan Intoleransi

258
×

Mimi Pane Sosialisasi Wasbang di Sumber Rejo, Warga Diminta Hindari Paham Radikalisme dan Intoleransi

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Mimi Meriami BR Pane SE dari Fraksi PPP (pegang mic) didampingi narasumber dosen Fakultas Hukum Uniba Bruce Anzward saat sosialisasi Wawasan Kebangsaan di RT 49 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Senin (19/12/2022) malam

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane, SE dari Fraksi PPP, melakukan melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Kawasan Jalan Bonto Bulaeng, RT 49 Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Senin  (19/12/2022) pukul 19.00 wita. Dalam sosialisasi tersebut, Mimi Pane didampingi narasumber dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Bruce Anzward dengan moderator Iin Rahman.

Mimi Meriami BR Pane dalam sambutanya menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika. “Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Jadi saya berharap meskipun kita berbeda-beda suku, agama maupun golongan kita tetap saling menghormati satu dengan yang lain,” kata istri dari anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah SH ini.

Pada kesempatan tersebut, Mimi pane juga mengingatkan masyarakat jangan sampai terpapar paham-paham intoleransi,  radikalisme hingga politik identitas yang bisa merusak kehidupan beragama serta persatuan dan kesatuan. “Kita ini harus hidup bertoleransi, saling menghargai serta guyup agar tercipta kerukunan antar warga khususnya di lingkungan RT,” ujar Mimi.

Mimi menambahkan, selain sosialisasi Wasbang, pihaknya juga melakukan sosialisasi perda, serta melakukan reses guna menjaring aspirasi masyarakat.

Sementara itu, narasumber Dr Bruce Anzward juga menjelaskan tentang Wawasan Kebangsaan terdiri dari 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan, dulu ada Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) bagi siswa sehingga 4 pilar ini menjadi fondasi bangsa. “Dulu kita punya mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tetapi kurikulumnya dirubah oleh Kemendikbud menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Padahal mata pelajaran PMP itu bagus karena ada P4 di dalamnya yang mempelajari tentang Pancasila,” kata Bruce Anzward.

Menurutnya nilai-nilai 4 pilar di masyarakat saat ini mulai tergerus oleh teknologi seiring berkembangnya teknologi digital. “Sekarang ini anak-anak kita sudah terdoktrin dengan ponsel sehingga mungkin ada siswa yang lupa tentang Pancasila,” katanya.

Ia mengatakan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa. Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Bruce, diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap kedepan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong-royong. “Indonesia terdiri dari beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong,” katanya.

Disela-sela sosialisasi anggota DPRD Kaltim, Mimi Pane bersama narasumber Bruce Anzward melakukan sesi tanya jawab singkat terkait Wawasan Kebangsaan. Semua pertanyaan dijawab dengan lugas.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *