by

Polsek Kuaro dan Polres Paser Ringkus 2 Tersangka Penggelapan Kendaraan Antar Provinsi

-featured, Hukrim-1,656 views

TANA PASER, suarabalikpapan.com-Polsek Kuaro Kabupaten Paser berhasil meringkus dua tersangka penggelapan kendaraan antar provinsi SH dan MK setelah berkoordinasi dengan Polres Paser. Kali ini yang menjadi korban Arkom warga Kuaro. Modus penggelapan dengan cara perjanjian sewa atau rental kendaraan.

“Tersangka MK ditangkap 25 Desember 2020  sedangkan SH diringkus  pada 5 Februari lalu,” kata Kapolsek Kuaro, Iptu Suradi, kepada media ini, Sabtu (21/2/2021)

Kapolsek Iptu Suradi Peristiwa ini bermula pada Oktober 2020 lalu, saat korban Arkom  membuka aplikasi grup media sosial (medsos), lalu terdapat seseorang yang membutuhkan kendaraan jenis dump truk untuk rental. Lalu komunikasi berlanjut antara Arkom dan tersangka SH lewat aplikasi WhatsApp (WA). Kemudian SH meminta tersangka MK untuk berkomunikasi dengan Arkom terkait kondisi dump truck yang akan di sewa. Akhirnya terjadi kesepakatan antar mereka.

Selanjutnya pada 5 Oktober 2020 SH dan MK berangkat dari Jawa Tengah menuju Kuaro. Keduanya menyewa rumah di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro. Komunikasi masih berlanjut, akhirnya pada 8 Oktober 2020 tersangka SH dan MK sepakat dengan korban untuk melakukan serah terima dump truck jenis Mitsubishi Colt Diesel Super HDX dengan Nopol KT 8635 VE, dengan harga sewa Rp 34 juta  selama dua bulan. Namun pada saat dikroscek Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dump truck, pajaknya sudah hampir habis sehingga MK meminta kepada Arkom untuk melunasi pajak kendaraannya terlebih dahulu. Sehingga pada saat itu MK hanya menyerahkan uang sebesar Rp25 juta.

Berselang beberapa hari Arkom yang telah menyelesaikan permasalahan pajak kendaraan, bermaksud meminta uang sisa dari sewa kendaraan miliknya. Namun saat dihubungi, nomor WA kedua tersangka sudah tidak aktif. Lalu Arkom melaporkan SH dan MK kepada aparat kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka MK dan SH ,berhasil diamankan di Polres Paser guna dilakukan pengembangan kasus.

SH dan MK mengaku dalam menjalankan aksinya, mereka dibantu beberapa rekan lainnya yang memiliki tugas dan peran masing-masing. Mereka telah beraksi di beberapa daerah di Kalimantan seperti Kota Banjarmasin, Kota Tapin Barabai, Paser, Penajam Paser Utara, Samboja dan Samarinda.

“Tindakan penggelapan kendaraan ini telah dilakukan berulang-ulang bersama rekannya. Kalau tidak salah sudah 1o kali,” terangnya.

Apabila terbukti bersalah kedua tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara sesuai Pasal 378, 372 dan 55 KUHP tentang Penggelapan.(sb-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita terkini